Input Program dan Kegiatan Melalui Simral, OPD Didesak Lapor Capaian Kinerja

SERANG, (KB).- Organisasi Perangkat Daerah (OPD) didesak melaporkan capaian kinerja melalui Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Penganggaran dan Pelaporan (Simral). Input capaian kinerja program dan kegiatan melalui Simral tersebut, sebagai bahan evaluasi bagi pimpinan dalam menilai kinerja OPD dan jajarannya terkait dengan pelaksanaan program kegiatan, termasuk dalam serapan anggaran 2018.

“Hari ini (Selasa, 9/10/2018) saya memberikan pembekalan pada OPD untuk menginput capaian kinerja program dan kegiatan sampai dengan triwulan ketiga 2018 melalui Simral,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, Muhtarom, Selasa (9/10/2018).

Dengan Simral ini, kata dia, semuanya terintegrasi dari mulai perencanaan sampai evaluasi kegiatan dalam satu sistem. Dengan demikian, memudahkan dalam melakukan evaluasi bagi pimpinan, termasuk capaian visi dan misi gubernur dan wakil gubernur yang tertuang dalam RPJMD.

Muhtarom yang didampingi Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Program Pembangunan Bappeda Banten Tb. Ence Fahrurozi, mengatakan, adanya Simral ini capaian kinerja masing-masing OPD akan terlihat hasilnya sudah sesuai target atau belum. Setiap bulannya, petugas di masing-masing OPD harus menginput capaian kinerja program dan kegiatan tersebut untuk dievaluasi oleh gubernur dan waakil gubernur setiap bulan.

“Nanti progresnya akan terlihat langsung. Misalnya, OPD tertentu mendapatkan tanda merah, itu berarti kinerjanya masih di bawah 50 pesen dari target. Kalau warna kuning, capaian kinerjanya 50 sampai 75. Di atas 75 samapi 100, tandanya akan berwana hijau,” kata Muhtarom.

Oleh karena itu, dia berharap para petugas di OPD masing-masing agar rutin setiap bulannya menginput laporan hasil atau capaian kinerja program dan kegiatan melalui Simral. Hal itu mengingat progres capaian kinerja sampai dengan triwulan ketiga 2018 harus selesai pada hari Jumat (12/10/2018).

Hal ini akan terlihat hasil dari capaian kinerja OPD tersebut apakah merah, kuning atau hijau.”Simral ini diterapkan pertama kali di Provinsi Banten. Memang daerah lain sudah banyak yang menggunakan sistem aplikasi. Akan tetapi, tidak terintegrasi dari mulai perencanaan sampai evaluasi seperti Simral di Banten,” katanya.

Menurut dia, hasil dari evaluasi capaian kinerja masing-masing OPD tersebut sekaligus akan terintegrasi dengan sistem aplikasi penilaian kinerja pegawai (Sikap) yang dikelola Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten sebagai bahan penilaian untuk menentukan kinerja pegawai dan penentuan besaran tunjangan kinerja pegawai Pemprov Banten.

Sebelumnya, Tim Bank Dunia (World Bank) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Banten dalam rangka melakukan pemantauan sistem pengelolaan keuangan di Provinsi Banten melalui Simral. Pihak World Bank menilai aplikasi Simral yang telah diterapkan oleh Pemprov Banten sudah tepat, efektif dan efisien. Selain itu, World Bank juga mengharapkan agar aplikasi Simral yang diterapkan di Provinsi Banten dapat digunakan untuk pengelolaan keuangan APBN dan APBD di Indonesia.

Selain itu, aplikasi Simral ini juga bisa diterapkan oleh kementerian atau lembaga agar sistem pelaporannya terintegrasi baik. Selama kunjungannya ke beberapa daerah di Indonesia, baru Provinsi Banten yang mampu menata pengelolaan keuangannya dengan sistem aplikasi Simral yang terstruktur dan terintegrasi. (RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here