Rabu, 16 Januari 2019

Inovasi Produksi Padi Lebak Kerja Sama dengan Batan

Pemerintah Kabupaten Lebak menjalin kerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) untuk mengembangkan inovasi akselerasi peningkatan produksi padi Lebak.

“Kerja sama ini direalisasikan tahun 2019 dalam upaya meningkatkan produktivitas pangan sehingga menguntungkan pendapatan ekonomi petani,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Dede Supriatna kepada Kabar Banten, Rabu (9/1/2019).

Menurut dia, pengembangan akselerasi peningkatan produksi padi Lebak akan dikembangkan varietas benih unggul Mira 1 dan Mira 2. Varietas padi unggul itu menghasilkan produktivitas panen hingga 8 ton gabah kering pungut (GKP) per hektare.

Mira 1 dan Mira 2 M merupakan varietas padi hasil pengembangan riset dari Batan dengan produktivitas tinggi juga masa panen lebih cepat juga tahan terhadap berbagai hama penyakit.

“Benih varietas unggul itu nantinya akan dilaksanakan petani melalui gerakan percepatan tanam di 28 kecamatan,” kata Dede. Ia menjelaskan, padi varietas unggul hasil pengembangan teknologi nuklir memiliki keunggulan dengan produktivitas tinggi hingga mencapai 8 ton GKP per hektare.

Selain itu juga tahan terhadap serangan hama maupun penyakit tanaman lainnya, seperti wereng juga masa panen lebih cepat. Pengembangan varietas benih unggul itu diharapkan mampu mewujudkan swasembada pangan juga usaha ekonomi petani menjadi lebih baik dan menguntungkan.

“Kita bayangkan keuntungan petani cukup besar hingga mencapai Rp 48 juta per hektare. Jika panen sebanyak 8 ton GKP per hektare dan dikonversikan beras menjadi 6 ton setara beras dengan harga beras Rp 8.000 kg itu,” ujarnya.

Dede mengatakan, kerja sama dengan Batan itu di antaranya untuk meningkatkan kesejahteraan pendapatan ekonomi petani. Pemerintah daerah juga akan melaksanakan pengembangan padi produktivitas tinggi dengan desa melalui Balai Benih Bojongleles.

Pengembangan padi itu diharapkan petani yang menggarap sawah “bengkok” atau sawah milik desa bisa dikembangkan penangkaran benih unggul produktivitas tinggi. Pemerintah daerah juga mendorong petani agar melaksanakan penerapan rekayasa teknologi dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) tenaga penyuluh.

Sebab, lanjut Dede, pengembangan benih unggul produktivitas tinggi itu tentu harus adanya perubahan sikap keterampilan baik penyuluh lapangan maupun kelompok tani.

“Kami yakin varietas unggul Mira 1 dan Mira 2 jika didorong penerapan teknologi dipastikan memberikan manfaat besar bagi petani guna mendukung program swasembada pangan nasional,” tuturnya. (Nana Djumhana)*


Sekilas Info

Siti Halimah, Empat Tahun Mengidap Tumor

Berat rasanya digayuti tumor. Apalagi sudah berlangsung sejak lama. Sejak empat tahun lalu Siti Halimah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *