Ini Prediksi Bupati Pandeglang Hadapi Kenormalan Baru

Irna Narulita.*

PANDEGLANG, (KB).- Bupati Pandeglang Irna Narulita memprediksi masyarakat akan menjadikan masker sebagai kebutuhan pokok untuk menempuh kenormalan baru.

“Kami bisa berdamai dengan covid, tapi kita bisa kendalikan agar covid ini tidak menyerang kita. Dengan masker ini menjadi budaya kita selama tiga tahun ke depan sepertinya, masker dipakai jaga jarak, lalu juga cuci tangan sesering mungkin seperti jadi kebutuhan pokok, kalau tidak pakai masker sepertinya seperti tidak pakai pakaian, seperti kehilangan handphone,” katanya, Ahad (31/5/2020).

Saat ini, kata dia, merupakan masa penyesuaian, karena sudah masuk dalam kondisi yang tidak normal. Tatanan kehidupan yang baru dengan ekonomi yang terpuruk saat ini, kata dia, tidak bisa diam. Selama vaksin belum ditemukan, sementara pihaknya mencari solusi agar ekonomi tetap berjalan.

“Hal-hal yang betul-betul dijadikan satu kebutuhan pokok lingkungan harus bersih, sebetulnya kebersihan lingkungan sudah diingatkan dengan protokol yang sangat ketat, dengan protokol covid ini kita bisa menjalankan bisnis kita lagi, baik ekonomi mikro yang kecil menengah maupun yang besar, tahapan fase-fase ini mulai kita masuki,” ujarnya.

Meski Pandeglang relatif aman dibandingkan dengan daerah lain, kata Irna, namun pihaknya tidak akan melonggarkan, sebelum masyarakat diberikan edukasi.

“Saya yakin dan percaya, apalagi kita lumbungnya ulama kota santri, tentunya sunatullah yang menjadi pegangan kita. Kita berharap masyarakat Pandeglang mawas diri menjadi pahlawan kemanusiaan untuk menyelamatkan saudaranya,” katanya.

Dia mengajak untuk berdamai dengan covid. Sebab, semua bisa hidup berdampingan tanpa tertular, sampai semua orang mengendalikan covid.

Irna mengatakan, akan membuat regulasi untuk bersiap menempuh tatanan kehidupan baru.

“Iya siap, jadi bertahap ya masih pro dan kontra, biar masyarakat bersuara supaya nanti kita simpulkan seperti apa. Kia harus buat grand desainnya seperti apa, itu harus dibuat payung hukumnya jangan sampai regulasinya ada hal-hal yang sumir atau tambal sulam, harus final dan komprehensif, masyarakat harus patuh kepada payung hukum itu,” katanya. (Ade Taufik)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here