Ingin Jadi Wisata Favorit Dunia, Menpar: Tanjung Lesung Harus Punya Bandara

MENTERI Pariwisata, Arief Yahya bersama Gubernur Banten, Wahidin Halim dan Bupati Pandeglang, Irna Narulita, saat pembukaan Festival Pesona Tanjung Lesung, di Pandeglang, Jumat (22/9/2017).*

PANDEGLANG, (KB).- Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung harus memiliki bandara internasional jika ingin menjadi destinasi favorit dunia. Menurut Arief, keberadaan bandara kelas dunia akan mempermudah akses menuju tempat-tempat pariwisata yang ada di Indonesia. “Kalau kita ingin menjadikan Tanjung Lesung ‘Seven Wonder’, menjadi destinasi utama kelas dunia, maka Tanjung Lesung harus memiliki bandara internasional.

Kita nggak bisa mengharapkan Bandara Soekarno Hatta yang punya orang Jakarta. Kita cuma klaim saja, in fact punya orang Jakarta dan Banten bagian timur,” kata Arief, dalam sambutannya pada acara pembukaan Festival Pesona Tanjung Lesung (FPTL) 2017 di KEK Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Jumat (22/9/2017). Menurutnya, jarak dari Bandara Soekarno Hatta ke Tanjung Lesung yang memakan waktu lebih dari 2 jam membuat wisatawan asal Jakarta dan sekitarnya enggan berwisata ke Tanjung Lesung.

Oleh karena itu, kata Arief, dengan adanya bandara internasional, jarak tempuh menjadi singkat sehingga daya tarik Tanjung Lesung yang indah dapat menarik wisman lokal maupun internasional.
“Di sini perlu (Bandara Internasional), yang saya bilang dari Soekarno Hatta ke sini sudah melampaui 2 jam. Sekarang kita bagi tugas, bupati cari tanahnya, nanti gubernur coba kirim surat ke LHK dan Perhutani nanti tembuskan ke saya, sisanya saya yang ngurus,” ujarnya, seperti dikutip dari detiktravel.

Tiga daerah lain yang akan dibangun bandara internasional untuk menggaet wisatawan dunia ke Indonesia yaitu Bandara Silangit, Bangka Belitung, dan Pulau Komodo. “Silangit juga akan dibangun bandara internasional, Silangit itu di Danau Toba. Belitung juga tahun ini akan menjadi bandara internasional. Komodo, speech Pak Presiden kemarin akan menjadi bandara internasional, Komodo itu di Labuan Bajo, NTT. Karena ketiga daerah saya sebut barusan dia masuk di dalam 10 destinasi pariwisata Indonesia,” katanya.

Media promosi

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam pembangunan KEK Tanjung Lesung dan event-event yang digelar di Banten. Kegiatan Festival Tanjung Lesung, merupakan media promosi Pantai Tanjung Lesung yang telah ditetapkan sebagai lokasi pembentukan KEK dan objek wisata lain yang ada di Pandeglang. “Kita berharap adanya festival ini akan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, khususnya ke Pantai Tanjung Lesung, dan umumnya ke objek wisata lain di Pandeglang,” ucapnya. WH mengajak masyarakat Banten turut mendukung dan meramaikan Festival Tanjung Lesung ini. “Saya mengajak masyarakat beramai-ramai mengunjungi Festival Tanjung Lesung, sehingga gemanya lebih besar,” tutur Gubernur Wahidin.

5.000 wisatawan

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, Festival Tanjung Lesung ini berhasil menarik hampir 5 ribu wisatawan dari seluruh daerah di Indonesia. “Hampir 5 ribu wisatawan yang memeriahkan festival ini, dari 7 pesona wisata di Banten ada 3 magnetnya yang bisa dijual di Pandeglang,” katanya. Ketiga magnet tempat wisata itu Taman Nasional Ujung Kulon, kawasan wisata Carita, dan KEK Tanjung Lesung. Wisata alam yang hadir di Pandeglang, kata Irna, dapat dinikmati oleh wisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri.

Kepala Dinas Pariwisata Banten, Eneng Nurcahyati menuturkan, pembukaan festival tersebut dimeriahkan oleh tari tradisional badak pamayang, Pandeglang 10K hingga Sunset Trail Run.
Dalam gelaran festival yang berlangsung mulai dari 22- 24 September 2017 mendatang tersebut wisatawan disuguhkan oleh beragam acara FPTL 2017 yang mengusung tema “Sport and Adventure Tourism” yang memadukan acara festival budaya Banten dan wisata olah raga. ”Terdapat 5 konten event utama yaitu Rhino X Triathlon, International Paramotor Championship, MTB XC Race, Motor Bike Adventure dan Internasional Bebegig. Semuanya sudah berskala internasional,” ujar Eneng.

“Festival Tanjung Lesung 2017 juga mengadakan berbagai kegiatan yang bernuansa tradisional seperti lomba bebegig dan kolecer, festival kuliner, lomba foto dan lain-lain,” ucapnya. Pada acara tersebut juga ditandatangani empat MoU yang meliputi pengadaan lahan untuk homestay dan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung oleh PT Banten West Java, pembangunan rumah makan Pangkep khas Makassar oleh PT Aneka Tiga Makmur, dan pembangunan fasilitas Spa oleh PT Safitri Sumitro Corpora. (H-42)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here