Infrastruktur Banten Lama Harus Diutamakan

SERANG, (KB).- Kenadziran Banten menginginkan agar penataan kawasan Banten Lama dimulai dari pembangunan infrastuktur dan relokasi pedagang kaki lima (PKL). Dua hal itu dianggap menjadi masalah utama yang menyebabkan Banten Lama terkesan kumuh.  Ketua Kenadziran Banten, Tb. A Abbas Wasse mengatakan, perbaikan infrastruktur dilakukan dengan cara perbaikan jalan rusak menuju Banten Lama, ditambah dengan penyediaan lampu penerangan jalan.

“Lampu penerangan jalan dari arah Serang menuju ke Kesultanan Banten itu harus terang, sehingga enak dipandang kalau ada orang datang, Kesultanan Banten itu jadi terang,” katanya saat dihubungi Kabar Banten, Kamis (13/7/2017). Tak kalah penting, kata dia, yaitu relokasi PKL yang saat ini hampir memenuhi sekitar Masjid Agung, Banten Lama. Hitungan sementara, jumlah PKL di Banten lama kurang lebih mencapai 1.000. “Alhamdulillah tempat relokasinya sudah ada,” ujarnya.

Langkah selanjutnya, lahan relokasi harus diperbaiki dengan cara menyediakan fasilitas berupa terminal dan kios-kios untuk PKL berjualan.  “Itu dulu baru kelihatan wajah dari depan Kesultanan Banten, karena yang menjadi kekumuhan itu (PKL),” ucapnya. Ia mengatakan, pihak kenadziran telah komunikasi dengan PKL di Banten Lama, rata-rata PKL merespons baik upaya relokasi yang akan dilakukan.  “Selama ini yang mengelola PKL itu sebenarnya ada paguyuban, tapi di bawah koordinasi kenadziran. Kenadziran tidak pernah memungut uang sepeserpun dari PKL,” ucapnya.

Selain PKL dan infrastruktur, pengemis juga perlu mendapat perhatian ketika menata, karena sampai saat ini masih banyak pengemis yang berkeliaran di sekitaran Masjid Agung, Banten Lama. Dalam penanganan pengemis, ia berharap Dinsos turun langsung.  “Soal pengemisnya itu kan menjadi problematika bagi kita, karena memang itu kan tanggung jawab pemerintah. Pemerintah bisa bekerja sama dengan kenadziran, karena jangan sampai pengemis cuma disingkirkan, tapi tidak diberdayakan,” tuturnya.

Ia menuturkan, sebelum pemerintah menata, kenadziran telah berupaya melakukan penataan, seperti memasang CCTV dan memerintahkan agar petugas tidak membawa kotak amal kepada pengunjung.
“Sekarang ini kita bersyukur ada kemauan dari Pemerintah Provinsi Banten untuk menata Banten Lama. Kami menyambut baik, itu juga menjadi rencana kami sudah lama, cuma kemampuan kami terbatas,” katanya. (H-51)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here