Inflasi Kota Cilegon 0,37 Persen

CILEGON, (KB).- Inflasi Kota Cilegon mengalami kenaikan hingga 0,37 persen pada Juni. Sektor transportasi menjadi penyumbang terbanyak tingginya inflasi bulan lalu. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cilegon, peningkatan inflasi terjadi, karena indeks harga konsumen (IHK) sejumlah kelompok pengeluaran mengalami kenaikan.

Seperti bahan makanan mengalami kenaikan sebesar 0,48 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 0,11 persen, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,11 peesen, sandang naik 0,23 persen, pendidikan, rekreasi, olah raga naik 0,10 persen, dan tranportasi, komunikasi, serta jasa keuangan naik 1,17 persen.

Kepala BPS Kota Cilegon Bambang Suyatno menuturkan, hampir seluruh kelompok pengeluaran pada Juni lalu mengalami peningkatan. “Hanya kelompok pengeluaran kesehatan yang mengalami penurunan sebesar 0,01 persen,” katanya saat ditemui di Kantor BPS Kota Cilegon, Kamis (18/7/2019).

Menurut dia, angka inflasi Kota Cilegon lebih kecil dibandingkan Kota Serang dan Kota Tangerang. Di mana inflasi Kota Serang mengalami inflasi 0,49 persen dan Kota Tangerang mengalami inflasi 0,59 persen. “Di Banten, Kota Cilegon di peringkat tiga kenaikan inflasi. Namun pada skala nasional, Kota Cilegon berada di peringkat 13,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS) pada BPS Kota Cilegon Insan Wahyu Hidayat menjelaskan, transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar, karena pengaruh dari arus mudik. “Kereta dan kapal laut tidak alami kenaikan, sedangkan bus, alami lonjakan harga, khususnya pada masa tuslah,” ucapnya.

Menurut dia, tuslah bus saat itu tidak diatur oleh pemerintah. Kenaikan harga ditetapkan atas kesepakatan para pengusaha bus. “Karena tidak ditentukan pemerintah, jadinya kenaikan ongkos bus terbilang tinggi, misalnya harga normal Rp 100.000 melonjak jadi Rp 300.000,” tuturnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here