Industri Harus Dukung Pemberdayaan UMKM

CILEGON, (KB).- Anggota DPRD Kota Cilegon meminta industri, agar dapat mendukung pengembangan UMKM melalui corporate social responsibility (CSR). Hal tersebut untuk menutupi keterbatasan anggaran Pemkot Cilegon.

“Karena, anggaran di APBD Kota Cilegon 2020 untuk sejumlah sektor tersebut mengalami keterbatasan, maka industri harus dukung dengan program UMKM dengan CSR,” kata anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Demokrat Ibrohim Aswadi, Selasa (11/2/2020).

Ia mengungkapkan, APBD Kota Cilegon Rp 2 triliun. Anggaran tersebut, dibagi untuk belanja pegawai dan belanja modal. Belanja modal kurang lebih 60 persen dari APBD dibagi untuk 20 sektor atau bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

“Dan ternyata dari kebutuhan anggaran segitu bisa dikatakan kurang. Jadi, kami membutuhkan bantuan dan dukungan dari industri. Karena, UMKM ini merupakan salah satu ujung tombak perekonomian sebuah daerah,” ujarnya.

Menurut dia, kontribusi industri melalui program CSR sangat membantu pemerintah daerah. Oleh karena itu, dia berharap, pihak industri mendukung keberadaan UMKM, kelompok industri rumahan atau lainnya.

“Saya yakin, semua industro mempunyai program sosial. Apalagi industri-industri yang sudah mempunyai nama besar. Saya juga berharap, semua industri dapat mendorong program sosial, sehingga bisa bersinergi dengan Pemkot Cilegon,” ucapnya.

Hal yang sama dikatakan anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Gerindra Hasbi Sidik. Menurut dia, industri belum optimal menyentuh para pelaku UMKM. Menurut dia, saat ini penyaluran program bantuan industri lebih kepada sosial dan belum melakukan pembinaan.

“Keberadaan industri itu seharusnya dapat memberikan manfaat dan bukan saja dalam penyaluran program bantuan sosial. Akan tetapi, dapat membuat program pemberdayaan UMKM. Jadi, kalau memang ada bantuan, silakan salurkan dan juga jangan lupa untuk program UMKM,” tuturnya.

Selama ini, kata dia, program dari industri tersebut, berupa CSR pada berbagai bidang dan diterima oleh masyarakat dengan baik. Namun, untuk program permodalan melalui UMKM masih sangat sedikit dan jarang.

“Jadi, kami berharap, seluruh industri, dalam menyalurkan program CSR secara mandiri, harus bisa melakukan komunikasi. Artinya, industri harus bisa melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM,” katanya. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here