Indonesia Mendesak, Arab Saudi Percepat Renovasi Mina

Pemerintah Arab Saudi merencanakan percepatan renovasi Mina dengan membangun tenda bertingkat.*

Salah satu yang menjadi dan jadi perhatian dalam pelaksanaan haji yakni kondisi tenda atau kemah untuk jemaah haji yang mabit di Mina. Kapasitas tenda yang tak mencukupi jemaah haji.

Akibatnya, banyak jemaah haji yang tidur di lorong tenda, masjid atau memilih untuk menginap di hotel yang dekat dengan lokasi tugu lempar jamarat. Selain tenda, keluhan lain menyangkut fasilitas kamar mandi dan toilet yang jumlahnya minim untuk satu kloter. Akibatnya antrean panjang dan kalangan jemaah lansia, risiko tinggi sangat kesulitan karena berbaur dengan jemaah umum.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin tak menutup mata dengan kondisi itu, karena dirinya melihat dan mendengar langsung keluhan jemaah haji.

Namun tentu tak mudah mencari solusi. Mengingat Mina, wilayahnya terbatas, tidak bisa dilakukan perluasan. Yang sangat memungkinkan yakni dengan renovasi tenda atau kemah dengan desain bangunan bertingkat.

Dikutip dari wikipedia, Mina adalah sebuah lembah di padang pasir yang terletak sekitar 5 kilometer sebelah Timur Kota Mekkah, Arab Saudi. Mina terletak di antara Mekkah dan Muzdalifah. Mina mendapat julukan kota tenda, karena berisi tenda-tenda untuk jutaan jemaah haji seluruh dunia. Tenda-tenda itu tetap berdiri meski musim haji tidak berlangsung.

Mina mempunyai batas-batas tertentu, sehingga kawasan di luar batas Mina tidak dipandang sebagai Mina, sehingga berada di tempat itu bukanlah mabit. Panjangnya Mina sekitar 2 mil atau sekitar 3 km. Yaitu jarak lembah yang ada di lembah Muhassir sampai Jumrah Aqabah.

Upaya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin agar Arab Saudi mempercepat renovasi Mina mulai menemukan titik terang. Senin (19/8/2019), Bidang Masyair Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengundang Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk membahas rencana peningkatan kualitas manasik dan layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), di Kantor Kementerian Haji Cabang Awaly, Mekah.

Acara ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menag Lukman dengan Menteri Haji dan Umrah Saudi, Muhammad bin Saleh Banten. Hadir mewakili Misi Haji Indonesia, Ketua PPIH Arab Saudi Endang Djumali, Kepala Bidang Perlindungan Jemaah dan Satuan Operasional Armuzna Jaetul Muchlis, Kabid Transportasi Asep Subhana, dan tim Bidang Ibadah Daker Melah. Dari pihak Saudi, hadir Penasihat Khusus Bidang Masyair Syeikh Muhamad Mihrab Jam, Anggota Penasihat Bidang Masyair Syeikh Dr. Muhyi Zakaria Bukhori, dan anggota Syeikh Hani Ali Qurban.

“Saudi salah satunya merencanakan akan ada pemugaran gunung di Mina yang berdekatan dengan Mina Jadid sehingga bisa digunakan untuk Indonesia,” ucap Endang Djumali seperti dikutip laman resmi Kemenag. “Saudi juga akan memberikan tempat yang biasa dipakai negara-negara Afrika agar secara khusus dapat digunakan jemaah haji Indonesia,” tuturnya.

Menurut Endang, Kementerian Haji dan Umrah juga akan menggelar workshop bersama penyusunan fatwa manasik. Workshop ini rencananya akan diikuti oleh para Syekh Saudi, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, serta stakeholder lainnya yang relevan dalam upaya peningkatan kualitas manasik haji.

“Rencana ini akan dimulai langsung setelah musim haji berakhir, yaitu bulan Oktober atau November,” kata Endang.

“Ini sejalan dengan arahan Menag Lukman untuk mencanangkan peningkatan kualitas manasik jemaah pada penyelenggaraan haji 1441H,” tuturnya.

Endang menambahkan, pihak Saudi juga memberikan penawaran tambahan kuota haji Indonesia hingga mencapai 250 ribu. Namun, itu baru akan direalisasikan setelah perbaikan dan penambahan ruang bagi jemaah di Mina. “Mewakili pemerintah, Menag mengikhtiarkan perbaikan di Mina sejak lima tahun terakhir. Semoga ini bisa segera direalisasikan,” ujar Endang.

Enam kali menjadi Amirul Hajj, Menag Lukman terus menyuarakan perbaikan fasilitas di Mina. Terbaru, aspirasi itu disampaikan Menag saat bertemu Gubernur Mekkah yang juga penasihat raja, Rais Lajnah Markaziyah (Ketua Komite Haji Pusat) dan Wakil/Naib Lajnat al-Hajj al-Ulya (Wakil Ketua Komite Tertinggi Penyelenggaraan Haji).

Pertemuan yang berlangsung 11 Zulhijah 1440H atau 12 Agustus 2019 itu merupakan kali pertama terjadi antara Menag dengan Gubernur Mekkah. Dalam kesempatan itu, Amirul Hajj meminta penambahan daya tampung tenda-tenda dan toilet di Mina bagi jemaah Indonesia. Usulannya dengan meningkatkan bangunan tenda dan toilet.

Gubernur Mekkah merespon positif usulan Menag. Menurutnya, saat ini sudah dibentuk Lembaga atau Dewan Khusus proyek Mina dan Arafah. Dewan ini diketuai langsung oleh Putra Mahkota, Pangeran Muhammad bin Salman.

Usulan yang sama disampaikan Menag saat bertemu Menteri Haji dan Umrah Muhammad bin Salih Banten, 10 Zulhijjah 1440 H. Dalam pertemuan tersebut, Menag juga menekankan semakin mendesaknya kebutuhan memperbanyak daya tampung kapasitas tenda-tenda dan toilet di Mina. Menag berharap tenda dan toilet di Mina dapat dibangun bertingkat.

Menteri Haji dan Umrah berjanji akan memperhatikan usulan Indonesia. Menurut Mohammad bin Salih Banten, Pemerintah Arab Saudi benar-benar menaruh perhatian serius kepada Indonesia karena jumlah jemaahnya terbesar di dunia. (Maksuni Husen)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here