Implementasi Pendidikan Karakter Bangsa, Mahasiswa FKIP Unbaja Diajak Mengunjungi Lansia di Panti Sosial

Perwakilan Unbaja menyerahkan bingkisan kepada para Lansia di Balai Perlindungan Sosial, Dinas Sosial Provinsi Banten, saat melakukan kunjungan, Jumat, (20/12/2019).*

SERANG, (KB).- Sebagai implementasi dari mata kuliah pendidikan karakter bangsa di Universitas Banten Jaya (Unbaja), mahasiswa FKIP Unbaja diajak mengunjungi Lansia di UPTD Balai Perlindungan Sosial, Dinsos Provinsi Banten, di Kota Serang, Jumat (20/12/2019).

Kunjungan tersebut diterima Kasubag TU UPTD Balai Perlindungan Sosial, Dinas Sosial Provinsi Banten Lia Amalia didampingi Kasie Penerimaan dan Penyaluran Elies Rosmiati Dudi. Hadir mendampingi mahasiswa di antaranya Dosen PPKn FKIP Unbaja sekaligus tim Pusat Studi Karakter Pancasila Alamsyah Basri, Lina Marlina, Budi Mulyati, Sisca Wulansari Saputri dan pengampu mata kuliah Pendidikan Karakter Bangsa, Toni Anwar Mahmud.

Dosen PPKn FKIP Unbaja sekaligus tim Pusat Studi Karakter Pancasila, Alamsyah Basri menyampaikan bahwa kegiatan ‘Outing class’ ke UPTD Balai Perlindungan Sosial ini, diharapkan dapat menimbulkan kesadaran mahasiswa untuk dapat menghargai diriya sendiri untuk menjadi manusia yang baik serta dapat menghormati orang tuanya, tidak hanya orang tuanya di rumah tetapi juga orang yang lebih tua dari dirinya dan saling menghargai satu sama lain.

“Kita yang merasa muda, suatu saat akan menua, sehingga harus melakukan yang terbaik selagi muda, sehat dan mampu,” ujar Alam.

Kasubag TU UPTD Balai Perlindungan Sosial Dinsos Provinsi Banten, Lia Amalia menyampaikan bahwa terdapat 60 lansia binaan UPTD Balai Perlindungan Sosial, dimana 18 di antaranya dalam kondisi bed rest.

Ia mengatakan, Undang-Undang Nomor 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial mengamanatkan penyelenggaraan kesejahteraan sosial diperlukan peran masyarakat yang seluas luasnya, baik perseorangan, keluarga, organisasi keagamaan, organisasi sosial kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, organisasi profesi, badan usaha, lembaga kesejahteraan sosial, maupun lembaga kesejahteraan sosial asing.

“Hal tersebut demi terselenggaranya kesejahteraan sosial yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Muyasaroh salah satu mahasiswa semester 1 FKIP Unbaja, terlihat tidak kuasa menahan rasa haru, dan tak bisa menahan tangis. Mendengar dan menyaksikan para lansia yang tidak memliki sanak saudara dan diusia senjanya harus berada di panti sosial. Kemudian Muyasaroh memeluk para lansia satu persatu.

“Saya merasa terpanggil untuk bisa menjadi orang yang bermanfaat, sehingga dapat membantu orang-orang yang kurang beruntung, terutama para lansia,” ucap Muyasaroh terisak. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here