Imbauan Pemkot Tangsel: Ormas Islam Diminta Jaga Toleransi

TANGERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mengimbau organisasi masyarakat (ormas) Islam dapat menunjukkan toleransi antarumat beragama saat hari Natal.

“Kami berharap yang memang sudah diimbau oleh Kementerian Agama, seperti rekan rekan dari Banser itu misalnya dapat melakukan penjagaan supaya menunjukkan bahwa Tangsel itu harmonis dan toleransi,” ungkap Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie di Serpong, Tangsel, Jumat (20/12/2019).

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tangsel Abdul Rojak mempersilahkan kepada para ormas islam jika ingin turut melakukan pengamanan gereja pada hari Natal. Namun, kata Rojak, pengamanan itu dilakukan di bawah koordinasi kepolisian.

“Jadi jangan sendiri-sendiri yang bisa menimbulkan ketakutan umat lintas agama yang sedang melakukan ibadah,” tuturnya.

Rojak menjelaskan, biasanya bagi ormas islam yang ingin turut melakukan penjagaan harus izin kepada kepolisian.

“Untuk pengamanan bisanya izin langsung ke pihak kepolisian. kalau ada yang izin ke Kemenag paling saya arahkan ke kepolisian karena Kemenag itu kan sifatnya pembinaan,” ujarnya.

Dilarang Cuti

Pada kesempatan itu di hari natal dan tahun baru, Pemkot Tangsel meminta Rumah Sakit Umum (RSU) dan puskesmas yang ada di Tangerang Selatan tetap memberikan pelayanan.

“Tetap buka, tapi tidak boleh ada yang cuti untuk dua tanggal itu yakni natal dan tahun baru,” ujar Benyamin.

Bahkan, ungkap Benyamin, untuk dokter hingga penyedia obat tak diperkenankan untuk izin meski terdapat tanggal cuti bersama. Natal itu tanggal 24 cuti bersama itu kita tidak berikan untuk yang cuti untuk seluruh petugas di puskesmas yang ada,” bebernya.

Menurut Benyamin, petugas pelayanan kesehatan yang ingin melakukan ibadah bisa mengakalinya dengan cara bergantian dengan rekan seprofesi.

“Bisa bergantian mereka bagi yang memegang kendali utama bersama seperti pengobatan apoteker, dokter dan sebagaimya sampai kamar mayat,” imbuhnya.

Sementara untuk nataru, Pemkot bekerjasama dengan Polri hingga TNI bergabung untuk melakukan pengamanan. Sedikitnya ada 12 titik di wilayah Tangerang Selatan yang nantinya akan diantisipasi.

“Kalau untuk Satpol PP kita aja ada 85 petugas. Dan truk sampah juga kita akan kerahkan karena mereka harus bekerja setelah selesai tahun baru itu harus segera dibersihkan,” kata Benyamin.

Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel, Umi Kulsum mematiskan bahwa pelayanan kesehatan untuk masyarakat tetap berjalan pada Natal dan tahun baru 2020.

“Kami pastikan untuk pelayanan RSU Tangsel pada Natal dan tahun baru 2020. Karena kita (untuk tenaga kesehatan) terbagi dalam tiga sifat, seperti hari biasanya seperti ruang UGD dan ruang rawat inap,” ujarnya.

Umi mengatakan bahwa RSU Tangsel juga tidak ada perubahan jadwal dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat saat perayaan Natal dan tahun baru. Meski sedikitnya ada tujuh dari 700 tenaga medis dokter, suster dan lainnya yang cuti, hal itu disebut tidak memengaruhi pelayanan di RSU Tangerang Selatan.

“Kalau cuti ada satu persen dari 700 pegawai. Sekitar tujuh tenaga medis, tapi tidak memengaruhi ke pelayanan. Tetap ada pelayanan, karena itu tidak boleh berhenti,” ucapnya.

Dikatakannya, mekanisme tersebut telah berlangsung setiap tahunnya yang disiasati melalui cara bergantian satu petugas medis dengan lainnya. Yang cuti adalah perawat yang nonmuslim. Ada dokter spesialis ada dokter juga. Mereka bergantian dulu waktu Lebaran, mereka itu yang berjaga, tandasnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here