Imbas Bencana Tsunami Selat Sunda, 25 Persen Wisatawan Batalkan Pesanan Hotel

SERANG, (KB).- Sekitar 20 sampai 25 persen wisatawan membatalkan pemesanan kamar hotel di wilayah Pantai Anyer Kabupaten Serang sampai Pantai Carita Kabupaten Pandeglang. Kondisi ini sebagai imbas bencana tsunami selat sunda yang melanda kedua wilayah tersebut.

Ketua Harian Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten, Asok Kumar menuturkan, pembatalan pesan hotel sudah otomatis terjadi sebagai akibat bencana tsunami. “Kalau kita ambil rata-rata (pembatalan) bisa 20 sampai 25 persen terjadi,” katanya saat dihubungi wartawan, Selasa (25/12/2018).

Biasanya jika tidak terjadi bencana, pada 25 Desember tingkat hunian hotel dari Anyer sampai Carita sudah penuh. “(Sekarang) malam natal sepi. Kemarin (sebelum bencana) kami sudah mengantongi 80 sampai 90 persen, tapi rontok juga,” ujarnya.

Pembatalan pesanan hotel terjadi akibat kekhawatiran para wisatawan akan bencana tsunami. Mengingat tsunami di Banten ini tidak diawali gempa seperti daerah lainnya, sehingga tidak ada waktu untuk menyelamatkan diri. “Mereka kan khawatir beda dengan yang di lain-lain, ada gempa dulu baru tsunami, jadi ada (persiapan), disinikan engga ada gempa tiba-tiba tsunami,” ucapnya.

Terkait kondisi wisata Anyer sampai Carita pascabencana, ia meminta agar pemerintah menyampaikan kondisinya. “Karena kalau kami yang menyatakan maka kami akan menyatakan aman. (Pemerintah haru memberikan statmen) ini dibuka atau ditutup, kan harus ada sikap itu untuk meyakinkan itu adalah pemerintah,” tuturnya.

Ke depan ia mendorong agar pemerintah membiasakan kembali rapat di hotel. Hal itu untuk menjaga kestabilan hotel di wilayah Banten. “Mereka (pemerintah) membuat langkah bahwa mulai nanti Januari (2019) buka kerannya (rapat di hotel). Engga apa-apa kita (hotel) rugi untuk saat ini,” katanya.

Ketua PHRI Banten, Ahmad Sari Alam menjelaskan, semua hotel biasanya memiliki mekanisme pembatalan masing-masing. “Misalnya 50 persen dikembalikan dananya. Tapi kalau ada tamu yang prihatin kan uang itu semuanya tidak diperhatikan, uangkan bisa dicari, tapi dia ikut prihatin, biasanya kan gitu,” ujarnya.

Ia mengatakan, tsunami yang diduga disebabkan kombinasi antara longsor bawah laut akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan pasang laut akibat bulan purnama sejumlah hotel dari Pantai Anyer sampai Pantai Carita rusak berat.

Hasil pengamatan PHRI, hotel yang paling banyak terkena dampak rusak berat terbanyak berada di Tanjung Lesung sampai dengan Carita Kabupaten Pandeglang. Kondisi ini kemungkinan besar membuat perayaan pergantian tahun yang biasanya dilaksanakan di hotel-hotel wilayah itu, tidak bisa dilaksanakan. “Kita belum bisa memprediksi tiga hari lagi,” ucap Ahmad Sari Alam. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here