Ikuti Lomba Inovasi Kenormalan Baru, Ini yang Diinginkan Pemkot Serang

SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyatakan kesiapannya dalam mengikuti perlombaan “Penyiapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19”. Lomba Inovasi Kenormalan Baru yang diadakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut berhadiah total Rp 164 miliar.

Namun, bukan kemenangan dan hadiah yang diharapkan oleh Pemkot Serang. Melainkan, maksud dan tujuan dari perlombaan tersebut, yaitu untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dalam penyiapan tatanan kenormalan baru yang akan diterapkan Pemerintah Pusat.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang Nanang Saepudin mengatakan, tujuan perlombaan tersebut untuk melakukan inovasi dalam penerapan tatanan kenormalan baru yang produktif.

“Sekaligus mengedukasi masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian mereka,” katanya, Ahad (31/5/2020).

Baca Juga : Kemendagri Adakan Lomba Inovasi “New Normal”, Pemkot Serang Bilang, Siap!

Selain itu, kata dia, tujuan tersebut juga sebagai rangsangan bagi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk membuat penemuan baru atau solusi dalam menghadapi Pandemi Covid-19 di Indonesia, termasuk Kota Serang. Sehingga, dapat menarik perhatian masyarakat agar tetap menjaga kesehatan serta mengikuti imbauan dari pemerintah.

“Tapi tujuan akhirnya bukan kemenangan, menurut saya lomba itu hanya alat untuk mencapai tujuan. Yang paling penting, lahirlah sebuah video yang menarik dan ditonton oleh publik. Kemudian, kalau pun tidak menang, tak perlu berkecil hati, karena yang terpenting adalah maksud dan tujuan dari lomba ini,” ujarnya.

Juru bicara (Jubir) Gugus Tugas penanganan Covid-19 W Hari Pamungkas mengatakan, pemenang lomba akan mendapatkan hadiah berupa bantuan dana insentif daerah (DID) sekitar Rp 3 miliar untuk juara satu. Sementara, juara dua akan mendapatkan Rp 2 miliar, dan juara ketiga mendapatkan Rp 1 miliar.

“Hadiahnya nanti dari pusat, berupa dana bantuan atau DID. Pengumuman pemangnya nanti pada 15 Juni 2020. Saat ini kami mulai menggarap untuk memproduksi videonya. Jadi ada beberapa tahapannya juga,” ucapnya.

Sementara, untuk penilaian, ia menjelaskan, ada tiga jenis, yakni yang menyangkut tata kelola pemerintahan, kemudian kedua pelayanan publik, dan ketiga bentuk inovasi lain.

“Penilaian inovasi yang dilakukan ini penilaian terhadap inovasi yang dilaksanakan oleh daerah. Kami juga akan berkoordinasi dengan OPD yang bersangkutan,” tuturnya. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here