Jumat, 21 September 2018

Ikuti Deklarasi Damai, Paslon Siap Ciptakan Pilkada Damai

SERANG, (KB).- Pasangan calon kepala daerah di tiga kabupaten/kota di Banten siap menciptakan Pilkada damai, dengan mengikuti Deklarasi Damai Pemilihan Kepala Daerah, Ahad (18/2/2018). Deklarasi damai digelar di tiga daerah yakni Kota Serang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang.

Di Kota Serang, Deklarasi Kampanye Damai yang diselenggarakan oleh KPU Kota Serang digelar di Alun-alun Kota Serang. Pantauan di lapangan, kegiatan tersebut berlangsung meriah. Selain tiga paslon Pilkada Kota Serang, hadir juga masing-masing pendukung paslon, tim sukses, Polres Serang Kota, Kodim 06/02 Serang, Wali Kota Serang Tubagus Haerul Jaman, serta Komisioner Panwaslu Kota Serang.

Setiap pendukung duduk berbaris berurutan mengenakan seragam khas masing-masing pendukung paslon. Pendukung nomor urut 1, Vera Nurlaela-Nurhasan mengenakan kaus atau kemeja berwarna putih bergambar Vera Nurlaela-Nurhasan. Sedangkan pendukung nomor urut 2, Samsul Hidayat-Rohman mengenakan kaus berwarna hitam.

Sementara, pendukung paslon nomor urut 3, Syafrudin-Subadri Usuludin mengenakan kaus putih bergambar Syafrudin-Subadri Usuludin. Di sela-sela kegiatan, pendukung paslon sesekali bersorak-sorai meneriakkan semangat dukungan mereka terhadap paslon yang mereka dukung. Pada kesempatan tersebut, paslon juga bersama-sama naik ke panggung untuk membacakan deklarasi kampanye damai.

Di penghujung kegiatan, seluruh paslon beserta pendukung diberikan waktu melakukan karnaval kampanye damai dengan cara mengelilingi jalur utama Kota Serang.  Dari Alun-alun Kota Serang berjalan ke arah Pintu Tol Serang Timur, memutar ke Patung, kemudian bergerak ke Cijawa dan kembali lagi ke alun-alun. Setelah itu mereka langsung membubarkan diri. Dari sisi pengamanan, petugas gabungan dari Kodim 06/02 Serang, Polres Serang Kota, Satpol PP Kota Serang dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang tidak kurang dari 500 personel.

Ketua KPU Kota Serang, Heri Wahidin mengatakan, deklarasi kampanye damai merupakan momentum ikrar bagi paslon untuk sama-sama menciptakan Pilkada Kota Serang damai, sehingga tetap mewujudkan tatanan hidup warga Kota Serang harmonis. “Pilkada Kota Serang harus berjalan dengan damai,” katanya. Kampanye merupakan momentum bagi paslon untuk terjun langsung kepada masyarakat dalam menyampaikan visi dan misi masing-masing. “Materi kampanye tidak boleh ada yang mempermasalahkan NKRI dan UUD 1945 serta memainkan isu SARA,” tuturnya.

Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin juga berharap, seluruh paslon, tim sukses maupun simpatisan tidak melakukan tindakan melanggar hukum saat berkampanye, seperti menebar hoax, memainkan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta melakukan politik uang. “Agar tidak mencoreng upaya yang sedang dilakukan,” katanya.

Pelepasan burung

Sementara itu, KPU Kabupaten Tangerang menggelar acara tersebut di Kawasan Ecopolis Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Dalam acara itu, juga ditandai dengan pelepasan sebanyak 74 burung merpati berwarna putih, yang melambangkan semua unsur sepakat akan mematuhi arti makna deklarasi damai Pilkada.

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tangerang pada Pilbup 2018, Ahmed Zaki Iskandar dan Mad Romli serta 12 partai politik pendukung diminta turut bekerja keras untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS), Rabu (27/6/2018). “Sebab, dari dua kali penyelenggaraan Pilkada yakni Pilbup Tangerang 2013 dan Pilgub Banten 2017, tingkat partisipasi masyarakat yang menggunakan hak pilihnya rendah,” kata Zaki Iskandar.

Setelah mendeklarasikan pilkada damai di agenda resmi KPU yang tertuang di dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar-Mad Romli ke depan akan menggelar bimbingan teknis (Bintek) dengan mengundang panitia pengawas pemilu (Panwaslu).

Hindari kecurangan

Di Kota Tangerang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat juga menggelar acara Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2018 di halaman Kantor KPU, Jalan Nyimas Melati, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Deklarasi ini bertujuan untuk menghindari dari money politics dan Politisasi Suku Agama dan Ras (Sara) serta kecurangan – kecurangan politik lainnya. Hadir dalam kesempatan ini, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah-Sachrudin bersama massa pendukungnya dan juga dihadiri Pjs Wali Kota Tangerang M. Yusuf.

“Ini merupakan gong tanda pelaksanaan kampanye sudah dimulai. Kita akan melaksanakan kampanye sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku dan aturan KPU,” ujar Ketua KPU Kota Tangerang, Sanusi Pane. Ia berharap, seluruh pihak dapat berpartisipasi menjaga masa kampanye agar berjalan damai dan menghindari pelanggaran. “Baik pasangan calon, parpol, tim kampanye dan simpatisan serta aparatur bersama-sama menjaga proses kampanye dengan baik dan aman. Kita hindari pelanggaran baik yang disengaja ataupun tidak,” ujarnya.

Sementara itu, Agus Muslim, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tangerang mengimbau masyarakat supaya tidak termakan kampanye yang dinodai dengan hal-hal yang bisa mencederai jalannya proses demokrasi dan merugikan masyarakat. “Konteks kita sebagai pengawas bagaimana kampanye damai tidak dinodai dengan money politics (politik uang), politisasi SARA. Jangan ada hujat-menghujat, gontok-gontakan. Harus bisa kita jaga itu semua,” kata Agus.

Perseorangan gagal

Berbeda dengan tiga daerah lainnya, KPU Lebak baru memasuki tahap penetapkan pasangan calon kepala daerah. Dalam tahapan itu, KPU menetapkan Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi sebagai calon tunggal dan melawan kotak kosong pada Pilkada Lebak tahun 2018. Keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat pleno terbuka dalam acara pengundian penempatan letak kolom bergambar pasangan calon dan kolom kosong tidak bergambar pada surat suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lebak tahun 2018.

Paslon Iti-Ade nanti akan melawan kotak kosong. Melawan kotak yang ditempeli kertas kolom kosong tidak bergambar,” ujar Ketua KPU Lebak Ahmad Saparudin di Hotel Mutiara, Kecamatan Kalanganyar, Ahad (18/2). Menurut Saparudin, Pilkada Lebak diikuti satu paslon, karena bakal calon perseorangan pada tanggal 14 Februari pukul 23.00 kurang 15 menit datang mendaftar dan tidak memenuhi syarat. “Karena jalur perseorangan tak memenuhi syarat, maka Pilkada Lebak diikuti satu paslon calon tunggal, yaitu Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi,” ucapnya.

Calon Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengucapkan terima kasih atas kelancaran acara yang baru saja digelar yakni pengundian kolom untuk paslon bupati dan wakil bupati. “Kami menerima saja, mau di kiri dan di kanan yang penting bagaimana Pilkada dapat berjalan aman dan lancar. Sehingga tidak mengganggu ketertiban umum,” tuturnya. Ia mengaku, jika dirinya tidak akan melakukan kampanye di tempat ibadah dan di fasilitas pemerintah. (SN/DA/Lugay/Job )***


Sekilas Info

Maraknya Aksi Kriminal di Kota Serang, MUI Minta Aparat Kerja Ekstra

SERANG, (KB).- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang meminta aparat kepolisian bekerja ekstra demi menjamin rasa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *