IKA Untirta Sinergi Membangun Banten

DIREKTUR PT Fajar Pikiran Rakyat Rachmat Ginandjar (ketiga kiri) berjabat tangan dengan Ketua IKA Untirta Asep Abdullah Busro saat mengunjungi Kantor HU Kabar Banten, Rabu (24/4/2019).*

Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) gencar melakukan sinergi dengan seluruh unsur untuk membangun Banten. Salah satunya dengan bersinergi dengan Harian Umum Kabar Banten, sebagai salah satu media massa ternama di Provinsi Banten.

Dalam kunjungan ke redaksi Kabar Banten, Rabu (24/4/2019), Ketua Umum IKA Untirta Asep Abdullah Busro mengaku, pihaknya merasa memiliki tanggung jawab untuk turut membangun Provinsi Banten. Bahkan, pihaknya sering berkoordinasi dengan Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait produk asli daerah yang dapat “dijual” ke daerah lain.

“Saya sudah sering berkoordinasi dengan Pak Gubernur, terkait produk hasil daerah yang bisa kita jual ke luar. Ini kan bisa menjadi kebanggaan juga untuk Banten,” ujarnya.

Ia mengatakan, sejumlah daerah dengan bangga menyebutkan penghasil jagung, atau penghasil apapun untuk negara ini. Sementara Banten, belum memiliki komoditi yang dapat dibanggakan. “Kita harus punya, ya disektor mana untuk menjadi backbondnya. Jangan hanya menjadi daerah konsumen saja, harus jadi daerah penghasil,” ujarnya.

Ia mengaku, Gubernur Banten memiliki niatan baik untuk dapat mengelola pertanian dan niaga di Banten. Oleh karena itu, pihaknya akan menggelar seminar mengenai BUMD Agro, yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus IKA Untirta di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug Kota Serang, Selasa (30/4/2019).

“Kami menangkap ada niatan baik dari Pak Gubernur, untuk tata kelola pertanian dan niaga agar bisa memberi efek positif bagi masyarakat. Selama ini kan beras kita dibawa ke Karawang, terus dipacking dan dibawa lagi ke sini. Jangan seperti itu lagi,” ucapnya.

Tak hanya itu, Asep pun menyoroti eksistensi BUMN di Banten yang dirasa belum tersentuh untuk membangun daerah, khususnya Banten. Padahal, ia menilai Banten seharusnya memiliki regulasi berupa Perda untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan keberadaan BUMN tersebut. “Eksistensi BUMN saja tidak pernah disentuh, harus ada regulasi Perda yang bisa meningkatkan PAD,” ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan, Untirta siap membangun negeri dengan sejumlah lulusan yang tersebar di berbagai profesi. Meskipun, usia Untirta masih tergolong muda jika dibandingkan kampus lain, seperti UI, ITB, UGM dan kampus ternama lain di Indonesia.

“Kampus-kampus tersebut juga sudah banyak mencetak lulusan yang mampu membangun negeri ini. Akan tetapi, kami bukan berarti tidak sanggup, karena kami pun siap untuk turut membangun negeri ini ke arah yang lebih baik,” ucapnya.

Menurut dia, potensi alumni Untirta sangat besar yang sudah berkiprah dalam berbagai sektor. Potensi besar alumni Untirta ini sangat bermanfaat dalam mendorong dan mempercepat kemajuan di Provinsi Banten.

“Di IKA Untirta kami memiliki banyak kalangan pakar dari berbagai disiplin ilmu. Tinggal peran kalangan pakar dioptimalkan dalam membantu pemerintah daerah,” tuturnya.

Asep menambahkan, pihaknya berusaha untuk menempatkan posisi sebagai Ketua IKA Untirta yang mengayom alumni. “Saya coba tempatkan alumni ditempat yang strategis, agar bisa berperan dan berkontribusi lebih kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat Rachmat Ginandjar menyambut baik adanya sinergitas dengan IKA Untirta, dengan begitu sebagai perusahaan yang membidangi media massa dapat turut membangun Banten.

“Kami menyambut baik adanya kerja sama ini. Pada dasarnya kami membuka selebar-lebarnya kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya yang ingin bersama-sama membangun Banten,” tuturnya.(Yandri Adiyanda)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here