Idul Adha 1440 Hijriah, Masyarakat Diimbau Teladani Nabi Ibrahim

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat menyerahkan hewan kurban.*

TANGERANG, (KB).- Momen Idul Adha 1440 Hijriah, para kepala daerah dan pejabat tinggi di Tangerang, sama sama meminta masyarakat untuk meneladani kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Di Kota Tangerang misalnya, Wali Kota Arief R Wismanyah yang melaksanakan shalat Idul Adha 1440 H di Masjid Al Munawwaroh, Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Ahad (11/8/2019), meminta kepada masyarakat untuk dapat meneladani kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

“Dalam peristiwa kurban tentu ada hikmah, seperti bagaimana kita bisa ikhlas untuk berkurban, serta semangat untuk saling berbagi dengan masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya.

Arief juga mengajak masyarakat agar mau untuk memakmurkan masjid – masjid yang ada di Kota Tangerang dengan cara menjadikan masjid sebagai pusat peradaban masyarakat. “Umumnya masjid yang ada itu penuh jamaahnya waktu shalat Ied atau shalat Jumat, selain itu kebanyakan sepi,” ungkap Arief.

Orang nomor satu di Kota Tangerang ini menjabarkan bahwa kalau Pemkot telah berupaya memakmurkan masjid – masjid di Kota Tangerang dan masyarakat sekitarnya dengan dibentuknya Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap masjid.

“Sebagai perpanjangan tangan Pemkot yang hasil kerjasama dengan Baznas Kota Tangerang. Jangan sampai ada masjid yg bagus tapi masyarakatnya kurang berkecukupan,” ungkapnya.

Selain itu dmomen Idul Adha ini, dirinya mengajak masyarakat Kota Tangerang untuk menumbuhkan semangat berbagi melalui ibadah kurban.

“Tunjukan bahwa Islam adalah agama yang menjaga persaudaraan dan perbedaan,” tegasnya seraya menambahkan bahwa Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Raya Al Azhom berhasil mengumpulkan sebanyak 51 hewan kurban yang langsung didistribusikan kepada masyarakat Kota Tangerang yang membutuhkan.

“Total, 42 ekor sapi dan 9 ekor kambing yang diterima oleh DKM Masjid Raya Al – Azhom. 30 ekor sapi disembelih di Masjid Al Azhom, sisanya 12 ekor dibagikan di 12 kecamatan,” terang Arief saat meninjau lokasi pemotongan hewan kurban di Masjid Al Azhom, Kota Tangerang.

Sementara itu, Ketua DKM MAsjid Raya Al Azhom H. Sachrudin menyampaikan panitia pemotongan hewan kurban telah menyiapkan sebanyak 4000 kupon untuk dibagikan kepada masyarakat yang berhak.

“Masyarakat yang ingin menukarkan kupon dengan daging kurban harap bisa tertib dan bersabar agar prosesnya berjalan lancar,” tukas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota.

Sebagai informasi, pada tahun 2019 ini terdapat peningkatan penerimaan jumlah hewan kurban, dimana pada tahun 2018 jumlah hewan kurban yang diterima sebanyak 47 ekor hewan.

Ada Tiga Makna

Sementara itu Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany melakukan shalat Idul Adha di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dalam sambutannya, Airin mengungkapkan tiga makna yang terkandung dalam semangat idul kurban yang mesti dipahami oleh seluruh umat muslim.

“Kita termasuk orang yang akan merugi jika melewatkan momen Idul Adha hanya sebagai ritual yang harus kita peringati,” ungkap Airin.

Ia menyebutkan, pesan pertama adalah mengajarkan seluruh umat muslim untuk selalu semangat rela berkorban. Semangat mengutamakan kepentingan bersama yang relevan melihat pergaulan di tengah masyarakat lebih memprioritaskan kepentingan pribadi.

Kedua, lanjut Airin, Idul Adha membawa pesan semangat kepedulian sosial. Nilai tersebut mendorong umat muslim agar senantiasa memiliki kepekaan terhadap sesama. Pesan terakhir membentuk sikap sabar dan tawakal. Prinsip kepatuhan dan ketaatan sangat penting diterapkan di dalam masyarakat yang sekarang ini cenderung permisif dan abai terhadap nilai, norma, ketentuan dan peraturan.

“Kita berharap, dengan mengimplementasikan spirit pengorbanan, kepedulian dan kepatuhan kita mewujudkan Kota Tangerang Selatan sebagai rumah kita bersama,” terang Airin.

Distribusikan 30 ekor hewan kurban

Di Kabupaten Tangerang, Wakil Bupati Tangerang Mad Romli dan Sekeretaris Daerah Moch. Maesyal Rasyid, menggelar sholat Idul Adha di Masjid Agung Al amjad, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang di Tigaraksa. Ketua MUI Kabupaten Tangerang KH. Uwes Nawawi memimpin langsung khutbah idul adha.

“Hari raya Qurban ini merupakan sejarah katauladanan Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi ismail sebagai wujud ketaqwaannya kepada Allah SWT, yang patut kita contoh,” ungkap Uwes dalam khutbahnya.

Dikatakannya Qurban secara harfiah memiliki arti hewan sembelihan, Lanjut Uwes, Ibadah qurban (kurban) adalah ibadah menyembelih hewan ternak yang merupakan salah satu bagian dari syiar Islam yang disyariatkan dalam Al Quran.

“Selain memupuk rasa sosial, Qurban sendiri sekaligus menyembelih sifat-sifat binatang dalam diri manusia agar lebih bertaqwa,” ucapnya.

Sementara Maesyal menambahkan seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Tangerang memberikan bantuan hewan qurban sebanyak 30 ekor yang diditribusikan kepada DKM masjid yang ada diKecamatan-kecamatan di Kabupaten Tangerang.

“Tahun ini kita berikan bantuan hewan Qurban sebanyak 30 ekor, semua dibagikan disetiap masjid di 29 kecamatan termasuk Masjid Agung al amjad,” tuturnya.

Ditegaskanya bantuan hewan qurban tersebut merupakan wujud hadirnya Pemerintah ditengah-tengah masyarakat, saling berbagi mengingatkan masyarakat agar lebih sabar dan bersyukur mengarungi kehidupan dimasyarakat.

“Setiap tahun rutin kita bagikan hewan qurban, ini merupakan wujud nyata syiar islam dan mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang religius,” tukasnya.

Dimasjid Agung Al Amjad sendiri ada 7 hewan qurban diantaranya, bantuan Pemkab Tangerang satu ekor, keluarga Bupati Tangerang A. Zaki Iskanda 1 ekor sapi, Wakil Bupati Tangerang H. Mad Romli satu ekor, Sekretaris daerah 1ekor, Jajaran Setwan satu ekor dan masyarakat dua ekor. (DA)*

(H-36)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here