Sabtu, 15 Desember 2018

IDRI dan Peningkatan Kompetensi Dosen

Dalam Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ditegaskan bahwa dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dosen adalah pendidikan profesional dan ilmuwan, yakni seseorang yang memiliki kapabilitas dalam bidang keilmuan tertentu, dan dengan kapabilitasnya itu, dia bisa mengajar, meneliti untuk mengembangkan teori-teori serta teknologi dalam bidang keilmuannya, dan bahkan melakukan pengabdian pada masyarakat untuk memvalidasi teori atau teknologi yang sudah dihasilkan lewat penelitiannya.

Kedudukan dosen, sebagaimana diatur pada pasal 5 UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, ditegaskan bahwa kedudukan dosen sebagai tenaga profesional menjadi agen pembelajaran, pengembang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta pengabdi kepada masyarakat berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Sesuai dengan aturan yang dituangkan dalam Permendikbud No. 49 tahun 2014, dosen wajib mempersiapkan rencana pembelajaran, mempersiapkan bahan-bahan ajar, melaksanakan proses pembelajaran, melakukan evaluasi hasil belajar siswa, memberikan bimbingan pada para mahasiswa melalui tugas-tugas terstruktur yang diberikan dosen pada para mahasiswa setiap minggu, dan memberikan layanan konsultatif mahasiswa untuk kegiatan mandiri mereka yang dilakukan atas instruksi dosen.

Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) adalah organisasi Profesi Dosen. Dalam bahasa Inggris adalah Lecturers Association of Republic of Indonesia disingkat (LARI) berkedudukan di Kota Bandung. IDRI dibentuk guna melaksanakan tujuan undang-undang yang telah mengakui kedudukan dosen sebagai tenaga profesional. Maka dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, melaksanakan tridharma perguruan tinggi, meningkatkan profesionalisme dan kemampuannya, untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

IDRI dibentuk untuk mempermudah serta mempercepat pelaksanaan undang-undang, dengan menjadi wadah yang bisa meningkatkan produktivitas dosen, membantu meningkatkan kompetensi dosen, memajukan profesi serta karier dosen, untuk mengangkat martabat dosen, memperjuangkan hak dan kewajiban dosen, serta mengurangi kesenjangan kesejahteraan dosen antar Perguruan Tinggi dan antar Kementerian.

Berdasarkan hal tersebut, maka Provinsi Banten merupakan provinsi pertama di Indonesia yang memiliki kepengurusan wilayah IDRI. Organisasi pengurus wilayah sudah dilakukan pelantikan di Pendopo Gubernur Banten tanggal 29 November 2018. Program-program yang akan dilakukan salah satunya adalah peningkatan kompetensi dosen.

Peningkatan kompetensi SDM perguruan tinggi terutama dosen dibuktikan dengan tercapainya enam indikator utama, yaitu: 1) peningkatan karier jabatan fungsional dosen (Jafung), 2) studi lanjut untuk memperkuat kompetensi dosen dalam meraih gelar akademik, 3) studi lanjut yang sifatnya non gelar melalui pendidikan dan pelatihan (diklat), 4)memperkuat kemampuan meneliti, 5) peningkatan jumlah sertifikasi pendidik, dan 6) peningkatan kualitas dan kuantitas karya ilmiah dan publikasi ilmiah.

Jelas bahwa kompetensi dosen di abad ini adalah kemampuannya dalam menangani persoalan yang kompleks melalui kecakapan non-rutin dan kecakapan sosial. Program pengembangan kapasitas sumber daya manusia di era ini harus dilakukan melalui pendidikan yang memberikan kecakapan non-rutin dan kecakapan sosial. Sedangkan untuk kapasitas lainnya, seperti keterampilan dan kecakapan rutin, diberikan melalui pelatihan. Dengan demikian terdapat pembagian peran yang jelas antara pendidikan (rutin), dan ini dapat menjadi rujukan dalam merancang sistem pembangunan sumber daya manusia di era ekonomi digital.

Kompetensi dosen yang harus dipenuhi agar bisa bersaing adalah:

  1. Educational competence, kompetensi berbasis internet of thingsebagai basic skill di era 4.0 yaitu: magic book, augmented reality, artificial intelligence.
  2. Competence in research, kompetensi berjejaring untuk penumbuhan ilmu, arah riset dan terampil mendapatkan grand internasional. Memiliki kemampuan manajemen dan analisis big data di era 4.0 di dunia yang serba superconnected dan share facility.
  3. Competence for technological commercialization, mempunyai kompetensi membawa kelompok atau grop dan mahasiswa pada komersialisasi dengan teknologi atas hasil inovasi dan penelitian.
  4. Competence in globalization, dunia tanpa batas, tidak gagap terhadap berbagai budaya, kompetensi hybrid, yaitu global competence dan keunggulan memecahkan national problem.
  5. Competence in future strategies, dunia mudah berubah dan berjalan cepat, sehingga mempunyai kompetensi dengan tepat, memprediksi dengan tepat yang akan terjadi di masa depan dan strateginya termasuk dengan cara joint-lecture, joint research, joint publication, joint laboratory, staff mobility dan rotasi.

Tugas berat yang diemban oleh pengurus IDRI Wilayah Banten adalah kolaborasi antara akademisi, bisnis dan pemerintahan dalam upaya melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, momentum pelantikan pengurus IDRI Wilayah Banten ini harus dijadikan langkah awal untuk meningkatan kompetensi dosen dari semua sisi. Termasuk didalamnya memperjuangkan standardisasi kesejahteraan dosen yang kadang-kadang dalam tanda kutip lebih rendah dari Upah Minimum Provinsi atau Upah Minimum Regional.

Padahal dari jenjang akademik umumnya dosen di perguruan tinggi pendidikannya lebih tinggi dibanding di perusahaan baik regional maupun nasional. Semoga dengan terbentuknya IDRI Wilayah Banten ini memberikan nuansa baru dalam mengubah paradigma maupun pola pikir para dosen di Provinsi Banten dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 yang penuh dengan tantangan dan peluang ini. Sekali lagi selamat buat pengurus IDRI Provinsi Banten dan selamat berjuang menegakkan hak-hak dan kewajiban dosen. (Sudaryono/Rektor Universitas Banten Jaya)*


Sekilas Info

UIN SMH Banten Lepas 550 Wisudawan

SERANG, (KB).-¬†Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten melepas 550 wisudawan dan wisudawati …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *