ICMI Kota Serang Akan Beri Sertifikat Pemandi Jenazah

SERANG, (KB).- Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Serang akan menggelar pelatihan memandikan jenazah bagi masyarakat. Para pemandi jenazah tersebut, selanjutnya akan diberikan sertifikat pelatihan.

“Ini memang unik, karena saya melihat dari berbagai macam organisasi sangat jarang sekali program ini digulirkan dan terkesan memang tidak bergitu penting. Padahal, setiap orang meninggal akan dicari orang yang punya keterampilan tersebut,” kata Ketua ICMI Kota Serang Agus S Munandar seusai pelantikan ICMI Kota Serang di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kota Serang, Selasa (26/3/2019).

Menurut dia, selama ini pemandi jenazah bisa melakukan pemandian, karena sudah terbiasa. Tetapi, dari sisi keilmuannya belum ada kriteria khusus untuk kompetensi cara memandikan dengan benar.

“Maka, dipandang perlu kami menyiapkan tenaga ahli yang dididik, dilatih, kemudian disimulasikan. Kalau layak kami berikan sertifikatnya. Ketua MUI Kota Serang juga sangat mendukung,” ujarnya.

Ia menuturkan, program ICMI tersebut tidak termotivasi, karena rencana Pemkot Serang yang akan memberikan insentif bagi para pemandi jenazah. Menurut dia, sudah sewajarnya pemkot memberikan perhatian pada pemandi jenazah yang sudah mulai langka.

“ICMI punya harapan tenaga terampil, punya skill khusus tentunya harus mendapat perhatian dari pemerintah, (program ICMI dan Pemkot Serang) bisa disinergikan,” ucapnya.

Selain itu, ICMI juga mendorong kemampuan mengaji bisa menjadi syarat pelajar diterima di lembaga pendidikan atau syarat kelulusan lembaga pendidikan. Hal tersebut, tutur dia, tidak terlepas dari hasil temuan 60 persen pelajar di Kota Serang tidak bisa mengaji. “Empat tahun lalu kami temukan 60 persen tidak bisa mengaji,” katanya.

Kemudian, temuan tersebut diperkuat oleh hasil survei dari LPTQ Provinsi Banten pada 2016 yang menyebut angka buta huruf Alquran pada pelajar sebesar 70 persen. Sehingga, pihaknya memandang perlu memasukkan kurikulum tambahan mengaji ke dalam sekolah-sekolah di Kota Serang. Hal tersebut juga dalam rangka mendorong Program Wajib Mengaji Pemkot Serang. “Syukur-syukur (guru ngaji) ada insentif dari pemerintah,” ujarnya.

Ketua ICMI Provinsi Banten Prof Lili Romli mengatakan, pascapelatikan ICMI Kota Serang harus mampu menunjukkan kecendekiawanannya kepada masyarakat. Hal tersebut dengan memberikan gagasan diiringi dengan aksi nyata. “Bukan hanya ide saja, tapi harus juga memberi manfaat langsung ke masyarakat dengan kerja-kerja pemberdayaan,” ucap peniliti utama di LIPI tersebut. (Masykur/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here