Hutan Kota Serang Sepi Pengunjung, Pemkot Diminta Bantu Promosi

SERANG, (KB).- Keberadaan Hutan Kota Serang di Jalan Syekh Moh. Nawawi Albantani Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, hingga saat ini belum banyak pengunjung.

Seorang penjaga sekaligus pengelola hutan kota, Domon meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk turut mempromosikannya.

Bahkan, kata Domon, kebanyakan dari masyarakat Kota Serang, tidak mengetahui adanya hutan kota. Selain itu, ia juga meminta Pemkot agar menambah jumlah penjaga serta petugas kebersihan.

Hal tersebut guna merawat dan menjaga hutan kota yang selama ini terkesan tidak terawat, sehingga banyak sampah dedaunan yang berserakan. Sebab, selama ini ia hanya berjaga seorang diri.

“Sejak awal berdiri, sekitar beberapa tahun lalu, saya lupa, hutan ini kota sepi pengunjung dan memang saya akui tidak terawat. Mestinya, pemerintah bantu untuk mempromosikannya, karena kan itu juga tugas mereka. Jadi jangan hanya membangun, tapi tidak merawat dan juga tidak mempromosikannya. Penjaga juga cuma saya sendiri,” katanya, Selasa (24/12/2019).

Sebelumnya, ia menjelaskan, hutan kota sempat ramai oleh anak-anak sekolah yang tidak jauh dari lokasi. Namun, anak sekolah ini memanfaatkan tempat tersebut untuk melakukan kegiatan yang negatif, seperti berpacaran, bahkan tempat berkumpul para remaja untuk meminum minuman keras. Hingga akhirnya, ia menutup hutan kota tersebut dengan waktu yang cukup lama.

“Pernah ada kejadian yang kurang enak di sini (hutan kota), dan kami juga sering mendapat laporan dari warga sekitar. Memang betul, banyak anak sekolah yang pacaran di sini (hutan kota), terus kadang suka pada bawa minum keras. Kebetulan ketahuan juga sama saya, terus saya marahin dan saya tutup hutan kota, sampai benar-benar steril,” ujarnya.

Kemudian, ia melakukan koordinasi dengan salah satu anggota Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk membantu pengamanan hutan kota.

“Saya juga koordinasi, konsultasi sama Polda biar bantu saya untuk pengamanan. Akhirnya, saya dibantu untuk menjaga kawasan hutan kota. Alhamdulillah, sudah tidak ada lagi yang seperti itu,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Peternakan (DPKP) Kota Serang Edinata Sukarya mengatakan, sesuai dengan Feasibility Study (FS) Pemkot Serang hanya sebatas membangun. Namun, pihaknya juga akan membantu untuk promosikan keberadaan hutan kota.

“Kalau FS kan memang cuma membangun gitu saja, tidak ada apa-apa lagi. Kalau promosi juga kan itu nanti oleh pihak ketiga, maka dari itu kami masih mencari investor untuk mengembangkan potensi di hutan kota. Jadi, sebenarnya tugas pemkot sudah selesai, dan ini juga kan pelimpahan aset dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten,” ujarnya.

Kemudian, kata dia keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Serang, khususnya hutan kota tersebut, akan dilakukan revitalisasi agar lebih terawat. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here