HUT Ke-493 Kabupaten Serang, Antara Puspemkab dan Rutilahu

Kabupaten Serang berusia 493 tahun, Selasa (8/10/2019) hari ini. Di usianya yang sudah terhitung tua tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang terjebak antara kebutuhan dasar seperti rumah tidak layak huni (rutilahu) dan pembangunan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) yang juga mendesak karena masih menumpang di wilayah Kota Serang.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengakui, sampai saat ini masih banyak program kerja yang belum selesai. Salah satu program terberat adalah pembangunan puspemkab karena saat ini masih menumpang di Kota Serang. Apalagi, Pemkot Serang sudah mendesak agar segera pindah.

Namun untuk mewujudkan puspemkab, kata dia, perlu anggaran yang sangat besar. Sementara, bantuan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi masih belum ada.

“Dengan APBD sangat sulit. Karena kebutuhan dasar belum selesai semua, rutilahu yang terbesar. Kalau kami tarik anggaran untuk puspemkab sebesar-besarnya, akan terbengkalai rutilahu,” ucap Tatu kepada Kabar Banten saat ditemui dalam kegiatan ziarah ke makam Brigjen KH. Syam’un di Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Senin (7/10/2019).

Harapannya sebagai kepala daerah, kata dia, tentu kembali ke misi awal yakni menyejahterakan masyarakat. “Momen ini dijadikan momen refleksi untuk evaluasi kinerja kami. Sudah sejauh mana capaiannya terkait dengan tujuan yang telah ditetapkan dan tertuang dalam RPJMD. Terkait kepentingan masyarakat, kami lebih banyak evaluasi program yang berjalan,” ujarnya.

Kemudian, pihaknya juga terus melakukan peningkatan ekonomi masyarakat melalui kegiatan pelatihan. Agar masyarakat memiliki skill sehingga bisa bekerja baik di perusahaan atau berwirausaha. “Itu harus diurus Pemda,” ucapnya.

Selanjutnya, kata Tatu, fokus lainnya adalah masalah pendidikan yang targetnya dalam 2 tahun pembangunan fisik akan selesai. Selain itu, pihaknya juga akan terus meningkatkan kualitas guru dan siswa.

“Pengukuran karakter pendidikan bukan sekadar ilmu pengetahuan formal yang ada pelajaran, tapi evaluasi anak-anak juga. Sekarang anak-anak cenderung reaktif, jadi ada yang salah maka harus diperkuat di agama,” tuturnya.

Sementara Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa berharap hari ulang tahun bisa menjadi titik tolak untuk terus berkembangnya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, melalui berbagai kebijakan yang populis.

Saat ini, kata Pandji, ia melihat keberpihakan dari pemerintah untuk ekonomi masyarakat sudah terasa yakni melalui UMKM. Kemudian, juga pemkab terus memberikan porsi utama pada pembangunan infrastruktur.

“Karena kita tahu infrastruktur jaringan jalan adalah instrumen untuk terbentuknya ruang baru. Jalan adalah instrumen untuk tumbuh berkembangnya simpul-simpul pertumbuhan baru. Sehingga, nanti akan terjadi pertumbuhan yang menyebar ke seluruh wilayah,” tuturnya.

Saat ini, kata Pandji, pertumbuhan semakin merata. Hal itu menjadi salah satu yang harus diakui sebagai komitmen Bupati Serang. “Demikian juga masalah kesehatan itu komitmen kuat, pelayanan kesehatan membangun derajat kesehatan, sanitasi lingkungan, air bersih, menyiapkan dan memanaj air limbah, itu komitmen kuat kami,” tuturnya.

Disinggung soal pencapaian selama menjabat, Pandji mengatakan, pihaknya mengukur dari hasil BPS, pertumbuhan ekonomi relatif bagus. “Kita serahkan kepada masyarakat yang menikmati pelayanan kita, silakan masyarakat menilai dan saya yakin masyarakat menilai perekonomian kita lebih baik, dan tingkat kesejahteraan lebih baik,” katanya.

Tata kelola pemerintahan

Sementara itu, DPRD Kabupaten Serang meminta pemkab memfokuskan tata kelola pemerintahan yang baik dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Serang di usianya ke-439 tahun. Sebab, hal tersebut menjadi titik utama agar kabupaten lebih maju.

Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum mengatakan, usia 493 tahun Kabupaten Serang bukan lagi usia muda, tetapi usia yang tua dan dilengkapi dengan luas wilayah. Kemudian dari luasan wilayah Kabupaten Serang tersebut, telah melahirkan daerah otonomi baru yaitu Kota Cilegon dan Kota Serang.

“Di usia yang cukup tua tersebut, Kabupaten Serang diharapkan mampu menjadi kabupaten yang maju. Sehingga, tata kelola pemerintahannya dan sejahtera masyarakatnya harus ditingkatkan dan difokuskan,” kata Bahrul kepada Kabar Banten, Senin (7/10/2019).

Dari semua harapan itu, menurut dia, menjadi tanggung jawab semua. Bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, akan tetapi masyarakat juga. Sebab, program-program pemerintah yang sedang dan akan dijalankan harus mendapat dukungan masyarakat.

Hal itu bertujuan agar tujuan pemerintah dapat diraih bersama oleh masyarakat Kabupaten Serang.”Semua harus berjalan beriringan. Program-program pemerintah yang sedang dan akan dijalankan harus mendapat dukungan masyarakat,” kata Bahrul.

Untuk sisi pembangunan, ia menilai telah berjalan dengan baik. Sementara, adapun yang masih menjadi kekurangan akan dilengkapi secepatnya. Sehingga, kemajuan Kabupaten Serang akan tetap dirasakan bersama dan dapat dikerjakan bersama-sama.

Selain dari pemerintah, juga perlu adanya dukungan dari masyarakat luas. “Pembangunan telah berjalan dengan baik. Adapun kekurangan-kekurangannya, kita lengkapi secepatnya agar tujuan pembangunan bisa dilaksanakan secara sempurna,” ujarnya. (Dindin Hasanudin/Tresna Mulyanawati)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here