Hunian Sementara, Hotel di Banten Siap Bantu Tenaga Medis Covid-19

SERANG, (KB).- Sejumlah hotel di Provinsi Banten telah melaporkan kesiapannya kepada Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten, untuk menjadi hunian tenaga medis yang menangani Covid-19.

Bahkan sejak adanya Pandemi tersebut para hotel telah melakukan karantina secara mandiri, sehingga bisa dipastikan hotel tersebut telah steril dan aman bagi tenaga medis.

Ketua Harian Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pengurus Daerah (BPD) Banten, Ashok Kumar mengatakan, meski tingkat hunian hotel dan pendapatan restoran sedang merosot drastis, mereka telah siap untuk menjadikan hotelnya sebagai hunian tenaga medis atas dasar kemanusiaan.

“Jadi kami tidak pernah tabu dengan menganut azas kemanusiaan selalu ikhlas menerima para pejuang yang berhati mulia yaitu para tenaga medis Covid-19. Selama SOP nya jelas dari pihak Pemda setempat. Pemilik dari Hotel Abadi Royal di Kota Serang sudah melaporkan ke PHRI membuka diri siap menerima para tenaga medis,” ujarnya, Ahad (12/4/2020).

Bahkan, Hotel Poci, Pondok Ciparay, dan Pesona Krakatau Cinangka Kabupaten Serang pun turut serta menyatakan kesiapannya.

“Selanjutnya perlu di ketahui juga kesiapan apresiasi dari hasil pantauan kami, Hotel Novotel Tangerang Kota, telah menjalankan SOP konkret Covid-19. Walau pun tingkat huniannya sudah kandas, hanya tinggal di bawa 15 persen dibanding sebelumnya, yakni di atas 70 persen,” katanya.

Pihaknya pun mengajak pemerintah untuk bersama-sama menemukan solusi yang saat ini sedang menerjang krisis ekonomi di Banten, bahkan dunia. Oleh karena itu, meski ditengah pandemi ini sejumlah hotel di Provinsi Banten telah bersedia untuk membantu para tenaga medis, khususnya tempat tinggal sementara.

Seluruh anggota PHRI BDP Banten pun tetap mengikuti standar operasional prosedur (SOP) serta protokoler kesehatan sesuai dengan imbauan pemerintah pusat.

“Mulai dari masuk hotel hingga keluar hotel, para tamu diarahkan untuk menggunkan antiseptik dan dilakukan pengecekan suhu tubuh. Hal ini dilakukan untuk mencegah pemutusan rantai penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Ashok juga mengatakan, bila dirinya baru kali ini menyaksikan, mengalami dan menghadapi betapa merosotnya pendapatan secara drastis serta kunjungan tamu hotel sejak adanya Pandemi Covid-19.

“Secara serentak, dari tingkat hunian hotel mau pun kunjungan tamu ke restoran tanpa pandang bulu, baik dari management atau pun pengelolaan International Franchise, Local Franchise mau pun Independant Hotel dan Restaurant, semua terkena dampak,” ujarnya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here