Humas Modern Harus Mampu Membuat Karya Jurnalistik

SERANG, (KB).- Selain dituntut mampu membina hubungan dengan media massa, praktisi humas modern harus menguasai keterampilan jurnalistik atau mampu  menulis karya jurnalistik.

Demikian dikatakan Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat (penerbit HU Kabar Banten) Rachmat Ginandjar saat menjadi narasumber pada “Pelatihan Fungsi Kehumasan TA 2019 Polda Banten “ di Ballroom Bappeda Provinsi Banten, Kamis (12/9/2019). Kegiatan ini dibuka langsung Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir.

Dalam kegiatan yang diikuti lebh dari 100 staf humas di jajaran Polda Banten dan polres-polres se Polda Banten ini, selain Rachmat Ginandjar, narasumber lainnya adalah Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Provinsi Banten Komari, dan Ketua Komisi Informasi Provinsi Banten Hilman.

Dalam pelatihan tersebut, Rachmat Ginandjar menyampaikan materi tentang “Praktisi Humas Modern”, Komari menyajikan materi “Strategi Diskominfo Banten dalam Menyinergikan Fungsi Kehumasan Pemerintah”, dan Hilman menyampaikan materi “Strategi KIP dalam Mengembangkan Sistem Informasi dan Dokumentasi Badan Publik Guna Menjamin Keterbukaan Informasi”.

Rachmat menilai, peran dan fungsi humas tidak akan optimal jika praktisi humasnya tidak mampu menulis karya jurnalistik. Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa kemampuan menulis karya jurnalistik itu merupakan syarat utama untuk seorang praktisi humas saat ini.

Menurut Rachmat, dengan tuntutan seperti itu, tugas pokok humas saat ini tidak jauh berbeda dengan tugas wartawan. Praktisi humas harus mampu menulis rilis atau berita, mengambil foto jurnalistik, membuat video kegiatan.

Tugas humas makin berat

Bahkan, lanjut Rachmat, pada era internet saat ini, praktisi humas dituntut mampu mengelola media sosial, laman atau website lembaga, blog perusahaan, dan produk-produk media baru lainnya. “Jadi, dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini, tugas humas semakin berat,” katanya.

Rachmat berpendapat, peran dan fungsi  Satuan Kerja Humas di Polri saat ini tidak kalah pentingnya dengan satuan kerja lainnya di Polri seperti Reserse, Intel, atau pun Lalu Lintas. “Bahkan, peran humas ini sangat menentukan baik tidaknya citra Polri di hadapan publik,’ katanya.

Oleh karena itu,lanjut Rachmat,  orang-orang yang ditugaskan di Satuan Kerja Humas ini harus orang-orang terpilih dan punya kapasitas. Menurut Rachmat, slogan atau visi Promoter (profesional, modern, dan terpercaya) yang diusung Polri tidak akan optimal jika praktisi humasnya tidak punya kemampuan membuat karya jurnalistik.

“Jadi, sekali pun kerja reserse  atau intel baik, jika satuan kerja humasnya tidak terampil atau tidak mempunyai kemampuna komuniaksi yang baik dengan publik, citra Polri akan biasa-biasa saja,” tegasnya.

Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat Rachmat Ginandjar saat menyampaikan materi “Praktisi Humas Modern” pada acara Pelatihan Fungsi Kehumasan TA 2019 Polda Baten

Pada bagian lain, Rachmat mengingatkan para praktisi humas harus sering membuat keterangan pers atau rilis agat kemampuan menulis karya jurnalistik terasah dan semakin baik. Penulisan rilis ini, pada dasarnya sama dengan penulisan berita.

Rilis yang baik antara lain menyampaikan pesan secara terperinci, lugas, jelas dan mudah dimengerti serta menarik perhatian pembacanya. Agar menarik perhatian, rilis harus memperhatikan nilai berita.

“Kalau rilisnya memenuhi kaidah nilai berita maka akan mudah dan cepat dipublikasikan karena layak muat, layak siar, atau layak posting,” katanya.

Ada empat nilai berita yang harus diperhatikan dalam membuat rilis, yakni aktual (peristiwa baru), faktual (benar-benar terjadi, ada fakta dan data),  penting (menyangkut kepentingan umum) dan menarik (menarik perhatian) .

Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir saat memberikan sambutan pada acara Pelatihan Fungsi Kehumasan TA 2019 Polda Banten

Humas tangkal hoaks

Sebelumnya, Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir menjelaskan Humas Polri memiliki peran yang penting dalam mempublikasikan berbagai kegiatan kepolisian. Bahkan, peran ini semakin penting di tengah arus informasi yang pesat dengan dukungan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

“Kemampuan personel humas. bagaimana cara komunikasi dengan media, itu sangat menentukan. Muaranya nanti sangat berpengaruh terhadap profesionalisme dan terbentuknya kecercayaan masyarakat,” kata Kapolda.

Menurut Kapolda kehadiran Humas Polri juga bertujuan untuk menangkal berbagai informasi hoaks tentang kepolisian yang belakangan ini mulai marak. “Perlu kita ketahui, perkembangan media semakin pesat, baik medsos maupun media lainnya. Ini juga suatu tantangan,” katanya.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardy Priadinata saat melaporkan pada Pelatihan Fungsi Kehumasan TA 2019 Polda Banten

Sementara itu Kepala Bidang Humas Polda Banten Kombes Pol  Edy Sumardi Priadinata menjelaskan Polda Banten memberikan sejumlah penghargaan kepada media massa sebagau wujud apresiasi dan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan para insan pers demi kemajuan bangsa, termasuk Provinsi Banten.

“Penghargaan juga diberikan atas kemitraan dan relasi positif dengan insan pers di Polda Banten,” katanya.

Edi menilai sinergisitas dengan berbagai insan pers menjadi bagian penting yang harus dilakukan Humas Polri. “Memberikan penghargaan kepada insan pers yang bersama-sama bekerja keras, mengedukasi masyarakat, dan memotivasi atas karyanya untuk membangun kepercayaan publik kepada Polri,” katanya.

Selain HU Kabar Banten, terdapat media cetak dan elektronik lainnya yang mendapatkan penghargaan dari Polda Banten. “Humas Polda melakukan visit media dengan cara sederhana, ngopi bareng dan olah raga bersama, Tapi efeknya luar biasa, bersama media, kami membangun negara Indonesia,” katanya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here