HPL Pasar di Kota Tangsel Dilakukan PT PITS

TANGERANG, (KB).- DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat ini sedang membahas penyertaan modal untuk PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT PITS) pada anggaran 2020, di mana dalam penyertaan modal tersebut, ada beberapa persen pengelolaan pasar yang akan dilakukan oleh PT PITS sebagai BUMD Kota Tangsel.

Dalam persyaratan pengelolaan pasar tersebut, Komisi I DPRD Kota Tangsel berharap, setiap pasar yang ada dan dikelola oleh PT PITS lahan pasar tetap menjadi aset daerah.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Tangsel Drajat Sumarsono mengatakan, pengelolaan pasar oleh PT PITS harus dalam bentuk hak pengelolaan lahan (HPL), sehingga pasar tersebut, lahannya masih menjadi aset pemerintah daerah dan sistem pengelolaan hanya peminjaman lahan oleh PT PITS dari pemerintah daerah.

“Ada kekhawatiran dari kami, ke depannya jika pengelolaan pasar itu sifatnya pegelolaan secara penuh oleh PT PITS, maka bisa saja di lain waktu nanti lahan atau aset daerah itu akan dikelola lagi oleh pihak ketiga atau mungkin diperjualbelikan. Makanya, rekomendasi dari Komisi I merekomendasikan pengelolaan pasar yang dilakukan oleh PT PITS itu dalam bentuk HPL, bukan hak milik penuh,” katanya, Kamis (17/10/2019).

Disinggung apakah akan ada kemungkinan PT PIT menyerahkan pengelolaan pasar kepada pihak ketiga. Ia menuturkan, rekomendasi tersebut, diberikan untuk antisipasi ke depannya.

“Sekarang kami percaya, mungkin 10 atau mungkin 20 tahun lagi kami tidak tahu akan seperti apa perilaku bisnis dari PT PITS. Makanya, kami antisipasi kerja sama ini berbentuk HPL, agar aset kami tetap aman dan pengelokaan pasar pun nantinya benar-benar murni dilakukan oleh PT PITS,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengataan, bahwa setelah mendapatkan HPL tersebut, maka PT PITS juga harus mengelola pasar itu sendiri, jangan sampai nanti, justru HPL tersebut, diserahkan kepada pihak ketiga.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Kota Tangsel Rizki Jonis menuturkan, bahwa DPRD Kota Tangsel secara umum sangat menyetujui dalam pengelolaan pasar yang ditangani oleh PT PITS secara bisnis. Hal tersebut dinilai akan mampu mendatangkan keuntungan sendiri bagi PT PITS selaku badan usaha milik daerah (BUMD).

“Secara menyeluruh, kami angat mendukung penyertaan modal untuk PT PITS dalam hal pengelolaan pasar ini, yang terpenting syarat dan sistem pengelolaan harus berjalan dengan benar dan kami harap harus berbentuk HPL pengelolaan pasar tersebut,” ucapnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here