Hotel Kesulitan Bayar Pajak dan Gaji Karyawan

Ahmad Sari Alam, Ketua PHRI Provinsi Banten.*

SERANG, (KB).- Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) di Banten bikin hotel di Provinsi Banten babak belur. Pemasukan mereka mengalami penurunan hingga membuat hotel kesulitan membiayai operasional seperti membayar listrik, menggaji karyawan serta membayar pajak.

Ketua PHRI Banten Ahmad Sari Alam mengatakan, hotel menjadi bagian bidang usaha yang terdampak oleh Covid-19. Dari seluruh jumlah hotel di Banten sebagian di antaranya mengalami kerugian akibat penurunan pendapatan.

“Kerugian ini kalau dilihat dari persentase jumlah kamar dan jumlah daripada wisatawan yang datang masih dihitung. Sekarang ngitungnya susah, karena sudah di bawah 10 persen okupansinya,” kata Ahmad kepada wartawan, Selasa (14/4/2020).

Dampak yang paling besar dirasakan oleh hotel di wilayah Anyer sampai Tanjung Lesung. Pemasukan pasca bencana tsunami belum pulih secara total, kini kondisinya diperburuk dengan adanya Covid-19.

“Nah itu kalau sudah dilihat jumlahnya berapa, kamarnya berapa hotel berapa itukan sudah tahu di daerah itukan ada 500 ribu karyawan bisa di-PHK kan kalau sudah enggak bisa berfungsi,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, pihaknya tak bisa banyak berbuat. Hanya bisa berharap Covid-19 bisa segera mereda.

“Saya punya restoran pun seminggu lebih sudah tutup, lalu mau apa. Banyak karyawan yang dirumahkan, ada karyawan yang di-PHK, kan itu menjadi masalah. Makanya kita berpikirnya mau lari ke mana,” ucapnya.

Kondisi hotel diprediksi akan semakin kurang beruntung seiring dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) wilayah Tangerang.

“Itukan reaksinya semakin parah lagi untuk restoran, semakin parah. Faktor untuk bisa menyelamatkan karyawan saja sudah susah, lalu untuk biaya operasional harus bayar listrik, kan belum ada ketentuan yang pasti. Katanya mau dibebaskan tapikan belum ada juklaknya,” ucapnya.

Untuk menyiasati agar hotel bisa bertahan, ia berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan program work from hotel (WFH). Jika diberlakukan kemungkinan beban hotel bisa sedikit ringan.

“Keinginannya sih gitu tapi sebagai asosiasi enggak bisa mengarahkan, yang mengarahkan itu pemerintah. Di Jawa Timur kan yang mengarahkan kan gubernurnya, itu saja,” tuturnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga bisa menggunakan hotel untuk karantina tenaga medis yang merawat langsung pasien Covid-19. Saat ini di Banten pun sudah ada hotel yang siap menampungnya.

“Kalau memang itu digerakkan oleh pemerintah daerah kan mereka mau dapat duit untuk kepentingan pemeliharaan dan karyawan, tapi sekarang kan enggak,” katanya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here