Honorer di Tangsel Minta Gaji Sesuai UMK

TANGERANG, (KB).- Kalangan pegawai honorer di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) pasrah peluang masuk dalam rekrutmen CASN sulit. Meski demikian mereka punya dua catatan yang harus diperhatikan oleh kepala daerah setempat.

“Iya silahkan saja kalo begitu. Apalagi IPK harus 3.00” kata Ketua Forum Honorer Kota Tangsel, Abdul Azis, akhir pekan kemarin.

Catatan penting, ia sebutkan diantaranya Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany harus transparan selama melaksanakan proses rekrutmen CASN. Ke-222 formasi yang lolos harus peserta yang berkompeten.

“Istilahnya, enggak bakal ada anak pejabat atau titipan jangan cuma retorika doang,” terangnya.

Azis berharap kedepannya gaji bagi pegawai honorer bisa ditingkatkan. Jangan hanya enam organisasi perangkat daerah saja yang mengusulkan kenaikan gaji pegawai honorer. “Tapi bisa semua OPD, dan minimal setara dengan UMK lah,” harapnya.

Sementara itu Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menolak usulan adanya kenaikan gaji. Dimana para pegawai honorer menuntut bisa mendapatkan gaji yang nilainya setara dengan upah minimum regional.

“Mengenai gaji ini bukan perusahaan,” ungkap Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Tangsel, Warman Syanuddin.

Menurutnya, tempat bernaung pegawai honorer adalah lembaga pemerintahan. Maka mekanisme penggajian disesuaikan dengan analisis jabatan. Misalnya, kata Warman, satu kepala sub bagian atau seksi membutuhkan berapa pegawai.

“Mengacu pada kemampuan (keuangan) daerah. Pegawai honorer paling banyak terdapat pada satuan polisi pamong praja dan dinas perhubungan,” ujarnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here