Honorer di Kabupaten Tangerang Tuntut Kenaikan Upah

TANGERANG, (KB).- Ratusan guru honorer yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) Kabupaten Tangerang dan Forum Guru dan Tenaga Kependidikan (FGTK) Kabupaten Tangerang meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk menaikkan honor mereka yang mengacu kepada upah minimum kabupaten (UMK) Kabupaten Tangerang.

“Kami mengajukan honor minimal Rp 1,8 juta maksimal sampai mendekati UMK,” kata Ali Husni, Sekretaris FHK2I Kabupaten Tangerang, saat kembali mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, kemarin. Ia menuturkan, saat ini honor yang mereka terima sebesar Rp 822.000, untuk yang mengajar di SD dan Rp 840.000 untuk yang mengajar di SMP dengan termin pembayaran setiap tiga bulan sekali.

Selain itu, lanjut dia, beberapa tuntutan lain yang diajukan, di antaranya dicabutnya Kemenpan-RB Nomor 37 Tahun 2018, dibuatkan peraturan daerah tentang honorer untuk menjadi payung hukum honorer di Kabupaten Tangerang, mendapatkan jaminan kesehatan, serta dilakukan verifikasi data honorer sesuai data dapodik oleh Dinas Pendidikan dan dikeluarkannya surat keputusan bupati untuk pengangkatan honorer tersebut. “Kami sudah mendapatkan komitmen dari anggota dewan untuk diperjuangkan,” tuturnya.

Terkait hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang, Aditya Wijaya menuturkan, telah menerima beberapa tuntutan dari guru honorer tersebut. “Kami akan usahakan untuk direalisasikan (tuntutan honorer tersebut),” ucapnya.

Mengenai tuntutan kenaikan upah, dia mengatakan, menawarkan opsi untuk menaikkan sebesar Rp 500.000 untuk masa honor sampai 5 tahun, sehingga jumlah yang diterima sebesar Rp 1,3 juta. Namun, besaran tersebut berbeda dengan masa kerja lainnya yang nilainya mendekati UMK Kabupaten Tangerang. “Tapi, kami harus sesuaikan juga dengan kemampuan APBD, mengingat jumlah honorer di Kabupaten Tangerang saat ini 8.622 orang,” ujarnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here