Honor Guru Ngaji di Kota Serang Pakai Dana Kelurahan

SERANG, (KB).- Pendataan guru ngaji atau Gerabadan yang akan diberi insentif atau honorarium oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dialihkan ke kelurahan. Sebelumnya, pendataan tersebut, dilakukan kelurahan dengan leading sector Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, pengalihan pendataan tersebut, disesuaikan dengan pengalokasian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang sebesar 5 persen untuk kelurahan.

Bahkan, kata dia, bukan hanya guru ngaji. Tetapi, juga meliputi honorarium marbot, kepala rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW), pemandi jenazah, serta Posyandu yang menjadi tanggung jawab kelurahan.

“Iya, jadi nanti kan ada dana 5 persen untuk kelurahan, salah satunya ya itu untuk dialokasikan guru ngaji, marbot, RT dan RW, serta pemandi jenazah, termasuk Posyadu,” ujarnya saat dihubungi Kabar Banten, Jumat (2/8/2019).

Menurut dia, semua honorarium tersebut, menjadi satu paket mulai dari pendataan sampai pada pemberian honorariun yang akan dialokasikan dari alokasi dana 5 persen APBD untuk kelurahan.

“Kan Disdik baru rencana, kami alihkan saja ke kelurahan-kelurahan biar satu paket,” ucapnya.

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Paudni) pada Disdikbud Kota Serang Nursalim membenarkan, pola tersebut. Sebelumnya, Disdikbud sebagai leading sector terkait pemberian honorarium guru ngaji gerabadan berubah. Saat ini, semua tahapannya dilaksanakan kelurahan masing-masing.

“Sekarang dialihkan ke kelurahan, gak di Disdik lagi. Jadi, semua termasuk pemandi jenazah juga enggak di Dinsos, tapi di kelurahan,” tuturnya.

Setelah dialihkan, kata dia, rencana kerja dan anggaran (RKA) yang sudah disusun Disdikbud dibatalkan. Dalam RKA tersebut, ujar dia, secara keseluruhan pemberian honorarium mencapai Rp 10 miliar dengan jumlah guru ngaji yang sudah terdata mencapai 4.000 orang.

“Itu juga kami sudah ngitung RKA tadinya, akhirnya kami batalkan lagi semua. Diserahkan ke kelurahan masing-masing. Itu sudah 3.000 lebih hampir 4.000,” ucapnya.

Diketahui, pemberian honorarium untuk guru ngaji gerabadan menjadi salah satu janji politik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang.

Sementara itu, pengalokasian 5 persen APBD untuk kelurahan tersebut, tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2018 tentang Sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Gerabadan diambil dari bahasa lokal yang bermakna guru mengaji yang mengajar anak-anak awal mengeja Alquran setiap bakda Magrib. (Masykur/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here