Hoax! Seorang Pegawai Mal dan 140 Warga Kota Serang Terpapar Covid-19

SERANG, (KB).- Pesan berantai yang berisi tentang seorang pegawai di salah satu mal di Kota Serang dan 140 warga di Pasar Induk Rau (PIR) positif Covid-19 adalah hoax. Melalui pesan singkat yang beredar di grup whatsapp tersebut menyampaikan bila 140 orang diperiksa dan dinyatakan positif Covid-19 dan dibawa ke RSUD Banten untuk diisolasi.

Juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang W Hari Pamungkas mengatakan, berdasarkan informasi yang serta laporan yang diterimanya, tidak ada pemeriksaan terhadap 140 orang yang berbelanja di Pasar Rau.

“Baik dari Dinkes Kota Serang maupun Provinsi Banten, tidak ada kegiatan tersebut. Jadi dipastikan informasi tersebut adalah hoax,” ujarnya, Jumat (22/5/2020).

Sebab, kata dia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang tidak melakukan kegiatan apa pun seperti yang diinformasikan pada pesan berantai tersebut.

“Bahkan ketika dilacak ke Dinkes Provinsi Banten pun tidak ada. Mungkin hoax berita yang dibikin supaya tidak ada jedogan di Royal dan Pasar Lama,” ucapnya.

Kemungkinan, dikatakan dia, berita tersebut dibuat agar masyarakat tidak berbondong-bondong mengunjungi pusat perbelanjaan dan berkerumun.

“Tapi dengan kondisi saat ini, tentu kita semua tetap harus waspada dan memperhatikan protokol kesehatan. Mungkin produksi konten hoax ini agar masyarakat tidak jedogan dan berkerumun,” ujarnya.

Namun, apapun alasan dan tujuan dari konten tersebut, ia menyayangkannya. Sebab, hal tersebut dapat membuat kepanikan dan kegaduhan di masyarakat.

“Tetap saja ini tidak baik, kalau sampai berkembang berita hoax ini bisa bikin panik semua nanti. Tapi masyarakat bisa mengunjungi situs resmi info corona untuk mengetahui pasti kebenarannya,” kata Hari.

Selain informasi warga dan pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19, dalam pesan tersebut juga disebutkan bila empat kelurahan di Kota Serang masuk dalam kategori zona merah. Kelurahan tersebut, yaitu Unyur, Serang, Banjar Agung, dan Lialang, Kecamatan Taktakan.

Kepala Dinkes Kota Serang Ikbal membenarkan empat kelurahan tersebut masuk dalam zona merah. Sebab, pada keempat kelurahan yang disebutkan terdapat pasien positif, sehingga secara otomatis daerah itu pun masuk dalam kategori merah.

“Karena kan ada yang positif, jadi memang masuk ke dalam zona merah,” katanya.

Bahkan, ia mengatakan, saat ini ada tujuh kelurahan yang masuk ke dalam zona merah. Diantaranya, Kelurahan Serang, Banjarsari, Cipocok Jaya, Terondol dan Penancangan.

“Kalau saat ini sudah ada tujuh, dan semuanya sudah mengikuti protokol kesehatan dan melakukan lockdown lokal atau karantina lokal di masing-masing kelurahan, khususnya wilayah terpapar,” ujarnya. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here