Rabu, 26 September 2018

Hoax, Penganiayaan para Kiai: WH Imbau Masyarakat Jangan Terpancing

SERANG, (KB).- Gubernur Banten Wahidin Halim mengajak masyarakat dan pemuka agama di Provinsi Banten untuk menjaga kerukunan dan toleransi beragama. Selain itu, dia juga mengimbau semua pihak tidak terpancing isu-isu berbau suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). ”Kemarin sudah kita konsolidasi dengan MUI dan pimpinan pondok pesantren. Jangan terpancing oleh isu, dan juga jaga keamanan di lingkungan pesantrennya masing-masing,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim, melalui siaran pers yang diterima Kabar Banten, Senin (12/2/2018).

Konsolidasi dengan para kiai, pimpinan pondok pesantren serta MUI tersebut menyusul informasi yang beredar adanya orang yang akan menganiaya para kiai. WH berinisiatif mengumpulkan para kiai dan pimpinan pondok pesantren. ”Sebenarnya tidak ada masalah di Banten selama ini. Aman-aman saja,” ucapnya.

Gubernur WH mengimbau masyarakat, terutama para kiai dan pimpinan pondok pesantren agar tidak menanggapi informasi hoax. Namun demikian, ia tetap meminta masyarakat tetap waspada. Jangan sampai ada orang-orang yang memanfaatkan situasi seperti sekarang ini untuk kepentingan yang tidak jelas, seperti yang terjadi di beberapa daerah, termasuk kasus di Yogyakarta kemarin. “Tingkatkan keamanan, tingkatkan tanggung jawab dan tumbuhkan semangat toleransi di antara kita,” kata gubernur.

Hasil dari pertemuan dengan ulama dan tokoh agama, kata dia, akan segera ditindaklanjuti oleh MUI dan juga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banten, dengan mengundang tokoh agama lainnya untuk menyampaikan pesan dalam menjaga kerukunan atau toleransi umat beragama di Banten. ”Nanti ditindaklanjuti sama MUI dan FKUB. Nanti ada pertemuan lain,” katanya.

Viral orang gila

Sementara itu, isu orang gila yang dituduh sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengincar ulama di Desa Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang viral di media sosial (medsos). Orang gila yang dituduh akan membunuh ulama setempat pun, menjadi korban kemarahan warga dan penganiayaan. “Saya pastikan itu adalah bohong besar, hoax. Orang tersebut adalah orang gila (bukan anggota PKI). Kepada masyarakat jangan main hakim sendiri, jika ada isu seperti itu tanyakan ke polisi dan jangan sebar berita hoax tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin, Senin (12/2/2018).

Berdasarkan penelusuran, orang gila yang dituduh akan membunuh ulama tersebut diviralkan oleh akun facebook berinisial ESE. Ia membagikan foto seorang pria yang mengenakan celana pendek berwarna hitam dan baju berwarna, Ahad (11/2/2018) dinihari. Tampak dalam foto tersebut seorang pria sedang memegang mata sebelah kanan dan berlumuran darah.

Berdasarkan tulisan yang diketik distatus medsosnya, ESE menyatakan orang tersebut adalah pelaku penyusupan pondok pesantren pimpinan KH. Encep Muhaemin. Tidak hanya itu, ESE juga menuliskan bahwa orang tersebut adalah orang suruhan yang ditugaskan untuk membunuh kiai dan para ustaz. “Menurut pengakuannya, ia orang suruhan untuk membunuh para ustaz dan kiai,” ucap ESE distatus facebooknya. Sontak, akun tersebut menjadi viral di medsos.

Hingga Senin (12/2/2018) sekitar pukul 17.01 status ESE ditanggapi lebih 17 ribu akun, dibagikan 16.919 dan dikomentari 1.800 lebih komentar. Selain ESE, akun facebook berinisial MI juga menyebarkan video penganiayaan orang gila tersebut. Dalam video yang ia sebar ke grup facebook dijelaskan bahwa orang gila yang dipukuli tersebut bermaksud menanyakan rumah kiai dan satu lagi rekannya berhasil kabur. “Kini target orang gila sudah masuk ke Banten,” katanya seperti ditulisnya di grup medsos.

Informasi itu dilaporkan ke Polsek Pandeglang. Petugas yang mendapat laporan, mengamankannya dan membawa orang gila itu ke RSUD Pandeglang untuk mendapat perawatan medis. “Hasil pemeriksaan korban mengalami luka sobek di pelipis mata sebelah kiri sebanyak 9 jahitan,” kata Zaenudin. Oleh petugas, orang yang dituduh PKI tersebut diperiksa oleh Inafis Satuan Reskrim Polres Pandeglang. Hasil identifikasi, orang tersebut diketahui bernama Wahyu (28) asal Jawa Tengah.

“Hasil pengecekan petugas, yang bersangkutan merupakan pasien dengan gangguan kejiwaan yang melarikan diri dari Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulya, Jakarta tahun 2017 lalu,” kata Zaenudin. Ia menambahkan, penyelidikan kasus tersebut saat ini ditangani oleh Satreskrim Polres Pandeglang. Ia mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan berita hoax, karena dapat dijerat sanksi pidana. “Kejadian tersebut sedang dilakukan pendalaman oleh Satreskrim Polres Pandeglang,” tutur Zaenudin. (FI)***


Sekilas Info

Hari Ini, Pendaftaran CASN Secara Online Dibuka

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan tahap pendaftaran calon aparatur sipil negara (CASN) dibuka mulai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *