HNSI Lebak Sambut Kebijakan Ekspor Lobster

LEBAK, (KB).- Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lebak menyambut baik kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo yang berencana mengizinkan ekspor benih lobster.

Kebijakan itu dinilai tepat, karena akan berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan.

Ketua HNSI Lebak Nurman mengatakan, selama ini masyarakat nelayan sangat mengeluhkan situasi yang tidak menguntungkan. Sebab, selama ini hasil tangkapan ikan selalu menurun akibat berbagai aturan yang dikeluarkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti.

”Nelayan di wilayah selatan tentu sangat merespon rencana Pak Menteri Kelautan dan Perikanan yang sekarang (Edhy Prabowo). Karena, kebijakannya sangat tepat membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan,” ucapnya.

Menurut dia, kebijakan itu, selain akan menyetop “korban” dalam hal ini nelayan yang terpaksa menangkap benur. Karena untuk menutupi kebutuhan hidup juga akan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan.

”Saya yakin, jika saja kebijakan Ibu Susi salah satunya tentang benur di revisi, kehidupan nelayan akan berubah ke arah lebih baik,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, larangan ekspor bibit lobster melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor: 1/2015 tidak disertai dengan solusi yang berpihak kepada nelayan.

Sekadar diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berencana untuk mengizinkan ekspor benih lobster. Edhy mengaku punya hitung-hitungan tersendiri. Kebijakan itu kontradiktif dengan kebijakan menteri sebelumnya, Susi Pudjiastuti yang melarang penangkapan lobster bertelur dan melarang ekspor bibit lobster.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor: 1/2015 yang berlaku 6 Januari 2015 lalu. Bahwa bibit lobster ukuran 50-100 gram dilarang ditangkap dan diekspor. (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here