HMBM UIN Banten Bina Mahasiswa Bidikmisi 2017

Himpunan Mahasiswa Bidikmisi UIN SMH Banten melepas mahasiswa untuk mengikuti pembinaan mahasiswa bidikmisi angkatan 2017, di halaman UIN SMH Banten, Senin (20/1/2020).*

SERANG, (KB).- Himpunan Mahasiswa Bidikmisi (HMBM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten kembali menyelenggarakan pembinaan mahasiswa bidikmisi angkatan 2017, di halaman UIN SMH Banten, Senin (20/1/2020). Dari kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan peka terhadap lingkungan masyarakat.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Bidikmisi (HMBM) UIN SMH Banten Ahmad Khoirul Ifan mengatakan, kegiatan pembinaan tersebut merupakan kelanjutan mahasiswa bidikmisi angkatan 2018, yang telah diselenggarakan pada Jumat-Senin 10-13 Januari 2020 di Lembah Bukit Hijau (LBH) Mancak Serang.

Kemudian, dilanjutkan kembali mahasiswa bidikmisi angkatan 2017 atau semester 6 yang diselenggarakan di Kampung Cibeleger, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya mengambil studi kemasyarakatan, agar mahasiswa bidikmisi dapat terjun langsung di desa untuk belajar bagaimana bermasyarakat.

“Belajar tentang lingkungan di masyarakat, dengan latar belakang pendidikan dan keagamaan sesuai dengan latar belakang UIN SMH Banten. Kegiatan tersebut merupakan kali pertama kita diterjunkan di masyarakat biasanya sebatas pembinaan di kelas. Kegiatan tersebut paling lama yakni sembilan hari yakni 20-28 Januari mendatang,” kata Ifan kepada Kabar Banten.

Ia berharap, mahasiswa bidikmisi bisa saling mengenal satu sama lain. Dari kegiatan tersebut juga bisa menjadi bekal untuk mahasiswa karena kelanjutan dari kegiatan itu untuk melakukan kuliah kerja nyata (Kukerta).

“Mahasiswa bidikmisi yang mengikuti kegiatan tersebut sudah diberikan pembekalan diharapkan nanti ketika mengikuti Kukerta sudah terbiasa dengan kegiatan tersebut. Tidak hanya di kampus tapi mereka sudah memiliki bekal untuk di masyarakat,” ujarnya.

Pilihan

Sementara itu, Pembina HMBM UIN SMH Banten Ade Eman S mengatakan, mahasiswa bidikmisi merupakan mahasiswa pilihan dari kalangan kurang mampu yang diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Kegiatan pembinaan mahasiswa bidikmisi angkatan 2018 pada 10-12 Januari itu diberikan materi tentang penguasaan bahasa asing, kemudian untuk angkatan 2017 lebih pada sosial yakni tentang studi kemasyarakatan. Dengan mempunyai kompetensi yang dimiliki, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmunya kepada masyarakat.

“Mahasiswa bidikmisi diharapkan menguasai bahasa asing. Hal itu sebagai bekal mereka nanti, ketika ingin melanjutkan kuliah di luar negeri ataupun dapat diaplikasikan dalam pekerjaan. Yang mengikuti kegiatan tersebut semua fakultas. Sehingga mereka bisa saling bertukar informasi, dengan ilmu yang dimiliki masing-masing. Selama mengikuti pembinaan, mereka akan terjun langsung ke masyarakat,” tuturnya. (DE/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here