Hj Ida Ating, Cucu Kiai Berkiprah di Parlemen

SEORANG wanita asal Samaboa, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Hj Ida Ating ternyata mampu meniti karier politik hingga duduk di parlemen. Ia menorehkan sejarah kariernya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang periode 2014-2019. Kemudian, pada Pemilu 2019 Hj.Ida Ating terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Banten periode 2019-2024.

Meski sudah menjabat legislator, namun Ida tetap menghilangkan karakter pribadinya. Ia menjalani aktivitas keseharian seperti masyarakat umumnya. Di sela waktu senggang, ia rutin menyempatkan waktu menyambangi warga. Makanya jangan heran, jika putri pensiunan aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenang) Pandeglang, H. Asep Badrulchay (alm) cukup dikenal masyarakat.

Bahkan, Hj.Ida Ating tercatat sebagai kader terbaik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pandeglang. Sebab, sejak terjun ke kancah politik, ia mampu membawa partai berlambang kakbah ini mendapat kepercayaan masyarakat, hingga dirinya menjadi wakil rakyat. Atas kepiawaiannya dalam berpolitik, banyak orang menilai bahwa Hj.Ida Ating sebagi politisi perempuan berjiwa tangguh.

Ia lahir dari keluarga Kiai. Cucu dari KH. M Afif juga masih keluarga dengan Abi H. Alawi seorang kiai ternama di Samaboa. Akibat kharisma kakeknya itulah, Hj.Ida Ating ketika ikut berkontestasi pada pesta demokrasi selalu mendapat dukungan besar dari warga hingga ke akar rumput. Jaringan konstituennya meluas, karena masih ada ikatan keluarga dengan Buya Waseh Kadumernah Pandeglang.

Selain itu, kalau bicara soal kecerdasan, Hj.Ida Ating memang sudah punya bakat dan kemampuan saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Ia pernah bersekolah di SD Saruni 1 yang merupakan SD favorit di Pandeglang. Kalau soal prestasi belajar, waktu itu Ida selalu masuk peringkat 5 besar. Sehingga wajar jika nama Ida juga dikenal baik oleh alumni-alumni sekolahnya.

Tidak lama kemudian menyelesaikan pendidikan jenjang SD, Ida pun melanjutkan sekolah ke Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pandeglang yang kini sekolah itu terkenal dengan sebutan MTsN Model. Sebab, sekolah tersebut memang satu-satunya sekolah yang menerima siswa bernilai bagus.

Tiga tahun menyelesaikan jenjang pendidikan MTsN, dia sempat melanjutkan ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Serang. “Ya, saya alumni MAN 1 Kaujon Serang lulusan Biologi. Saya juga sempat satu sekolahan dengan Abdul Azis atau yang dikenan dengan sebutan Imam Samudra (alm) di MAN Serang,” kata Ida Ating kepada Kabar Banten, Senin (2/12/2019).

Ida menuturkan, ketertarikan masuk dunia politik karena punya niat ingin berkontribusi kepada pembangunan daerah, bangsa dan negara. Selain itu,dia ingin memperjuangkan hak-hak gender atau kaum hawa agar ikut mengisi bangsa dengan berbagai karya dan kemampuannya.

“Bagi saya berjuang membangun bangsa dapat dilakukan dengan banyak hal. Tidak saja harus menjadi dewan, dengan jiwa bekerja keras, menciptakan lapangan pekerjaan dan ikut menjaga kondusivitas daerah sama halnya dengan ikut berjuang membangun negeri ini,” ujarnya.

Ia mengaku, sampai terpilih lagi pada pemilihan legislatif 2019 ke tingkat DPRD Provinsi tidak lain atas mandat dan kepercayaan partai dan masyarakat. Terlebih, ia mendapat dukungan positif dari suaminya H. Ating sebagai tokoh masyarakat Pandeglang.
Politisi senior PPP ini menyatakan siap menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai anggota DPRD Provinsi Banten dengan penuh tanggung jawab. (Ade Taufik)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here