HIV/AIDS Mengancam Kota Cilegon

CILEGON, (KB).- Penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) mengancam Kota Cilegon. Sejak 2005 hingga Juli 2019, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencatat 804 kasus HIV/AIDS atau rata-rata mencapai 70 hingga 80 kasus per tahun.

Jumlah temuan HIV/AIDS oleh Dinkes Kota Cilegon selalu meningkat setiap tahunnya. Peningkatan kasus HIV/AIDS rata-rata mencapai 70 hingga 80 kasus per tahun.

Catatan lain Dinkes Kota Cilegon, 234 dari 804 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) meninggal dunia karena penyakit penyerta. Dari 804 ODHA itu pun, 451 orang HIV dan 353 orang sudah terkena AIDS.

Jumlah tertinggi temuan kasus HIV/AIDS terdapat di Kecamatan Pulomerak dengan jumlah 143 kasus. Tercatat di Pulomerak 80 orang mengalami HIV, 63 orang terkena AIDS, serta 48 orang meninggal karena penyakit penyerta.

“Pulomerak dari tahun ke tahun memang menjadi wilayah tertinggi kasus HIV/AIDS. Di sana kan lengkap, ada pelabuhannya, juga terminal. Tempat-tempat transit memang membuat potensi penularan HIV/AIDS tinggi,” kata Kepala Dinkes Kota Cilegon dr Arriadna, di sela-sela Rapat Koordinasi Penanggulangan HIV/AIDS Kota Cilegon, di Aula Dinkes Kota Cilegon, Kamis (15/8/2019).

Menurut dr Arriadna, kasus HIV di Cilegon ditemukan di berbagai kalangan masyarakat. Mirisnya, kalangan paling banyak memiliki HIV/AIDS adalah pelajar dan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

“Penderita HIV/AIDS ini rata-rata usia produktif. Namun yang mendominasi adalah LGBT, komunitas ini sulit untuk kami kendalikan,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut dia, diperlukan sarana edukasi dengan target masyarakat luas dan tenaga pengajar. Mengingat penularan HIV/AIDS saat ini cukup agresif, terlebih gaya hidup bebas semakin digandrungi masyarakat.

“Kami berharap kepada para tenaga pengajar bisa memberikan edukasi kepada muridnya agar tidak melakukan tindakan yang berisiko tertular HIV/AIDS. Soalnya kasus pelajar yang terjangkit HIV/AIDS di Cilegon juga cukup banyak,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Edi Ariadi mengapresiasi kegiatan Rapat Koordinasi Penanggulangan AIDS Kota Cilegon. Sebab, katanya, perkembangan kasus HIV/AIDS di Kota Cilegon memang mengkhawatirkan.

“Ini agenda yang bagus, karena target edukasi HIV/AIDS memang kalangan pelajar. Mereka cukup rentan terkena HIV/AIDS, bisa karena pergaulan juga terbawa arus pergaulan bebas,” ucap Edi. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here