Hiu Tutul Terdampar di Pesisir Pantai Wanasalam

Seekor hiu tutul ditemukan terdampar di pesisir pantai Wanasalam. Tepatnya, di Kampung Kertamulya, Desa Wanasalam, Kecamatan Wanasalam, Senin (7/10/2019).*

LEBAK, (KB).- Seekor hiu tutul ditemukan terdampar di pesisir pantai Wanasalam. Tepatnya, di Kampung Kertamulya, Desa Wanasalam, Kecamatan Wanasalam, Senin (7/10/2019). Hiu paus dengan nama latin Rhincodon Typus itu pertama kali ditemukan oleh, Lilis warga setempat dengan kondisi sudah tewas.

Informasi yang dihimpun, hiu paus yang sempat menghebohkan warga itu ditemukan terdampar di Perairan Wanasalam sekitar pukul 05.30 WIB. Namun, belum diketahui penyebab terdamparnya hewan raksasa itu. Hingga pukul 14.57 WIB, hiu paus tersebut masih belum di evakuasi.

“Saya kaget ketika melihat seekor hiu tergeletak di bibir pantai. Setelah dilihat, kondisi hiu sudah mati,” kata Lilis, Senin (7/10/2019).

Ia mengaku saat ini keberadaan hiu paus itu menjadi tontonan warga. Karena memang belum ada pihak yang berkompeten mengevakuasi hiu paus tersebut. “Belum dievakuasi, masih terdampar. Beratnya sih kalau di lihat adalah sekitar 1 ton,” tuturnya.

Kasi Ekbang Desa Wanasalam, Kecamatan Wanasalam, Juhri membenarkan adanya paus batik yang terdampar di perairan Wanasalam. “Iya betul. Pemdes masih menunggu pihak
terkait untuk proses evakuasi,” katanya.

Diketahui, Hiu Paus atau Rhincodon Typus, adalah Hiu pemakan plankton yang merupakan spesies ikan terbesar. Cucut ini mendapatkan namanya (Whale Shark), karena ukuran tubuhnya yang sangat besar dan kebiasaan makannya dengan menyaring air laut menyerupai kebanyakan jenis Paus. Disebut pula dengan namanya Geger Lintang (dari bahasa jawa:Punggung Berbintang).

Hiu ini mengembara di Samudra tropis dan lautan yang beriklim hangat dan dapat hidup hingga usia 70 tahun. Spesies ini dipercaya berasal dari sekitar 60 juta tahun yang lalu. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here