Rabu, 22 Agustus 2018

Hiswanamigas Sudah Lama Curiga Kecurangan, Sopir Rugikan Pengusaha SPBU

LEBAK, (KB).- Praktik kecurangan yang dilakukan oleh oknum sopir dan kernet mencuri bahan bakar minyak (BBM) secara illegal ”kencing” dalam perjalanan dari Terminal Tanjung Gerem, Merak ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menyebabkan kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Hal itu dikemukakan salah seorang pengusaha SPBU 344.2302 warga Kampung Polotot Utara RT 001 RW 001, Desa Malingping Selatan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, H. Anda Solihin kepada sejumlah wartawan. ”Sebenarnya sudah lama saya curiga, karena pendapatan dari menjual BBM di SPBU miliknya tiap bulan merugi. Namun tidak berani menuduh karena belum ada bukti. Berbekal itu lantas saya mengamati dan melihat langsung saat proses pengisian dari tangki ke bak penampungan di SPBU,” ujar pengusaha SPBU, H. Anda kepada wartawan.

Merasa curiga dengan keberadaan besi seling melengkung yang ada pada tutup tangki, Anda langsung menanyakan kepada salah seorang awak kendaraan bernama Usup. Tidak puas atas jawaban kedua awak kendaraan yakni Usup dan Mustopa yang diketahui warga Desa Sumberwaras, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Anda langsung menggelandangnya ke Mapolsek Malingping.

”Saat itu, Pak Kapolsek nya sedang tidak ada di tempat, saya serahkan sopir dan kernet serta mobil ke Mapolsek yang saat ini ada dua orang petugas. Keberadaan dua jeriken didalam tangki itu terkuak saat aparat polisi melihat isi beban di besi sling yang ada di dalam tangki,” katanya.

Anda mengaku telah membuat Laporan Polisi (LP) nomor : LP/411X/2017/Banten/RES LEBAK/ SEK Malingping, dengan tudingan tindak pidana penggelapan Migas dalam jabatan kepada kedua tersangka, yaitu, Usup dan Mustofa,warga Desa Sumber Waras, Kecamatan Malingping. ”Praktik kecurangan ini diduga sudah lama mereka lakukan. Rata-rata per hari dia bisa mengangkut BBM dua rit, dan jika satu rit mereka mencuri BBM sebanyak 75 liter, berarti sehari dia mencuri BBM dalam berbagai jenis sebanyak 150 liter perhari, sehingga per bulan sopir dan kernet dapat meraup uang Rp 40 juta per bulan,” tuturnya.

Kapolsek Malingping, Kompol Doren yang dikonfirmasi menjelaskan, kedua tersangka yang sempat diperiksa oleh polisi tidak dilakukan penahanan, karena adanya rencana musyawarah antara pemilik SPBU dengan kedua tersangka untuk menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan. ”Kami belum dapat menyimpulkan sudah terjadinya tindak pidana penggelapan isi BBM, karena saat diperiksa masih ada dua buah jeriken di dalam tangki mobil,” ujar Kapolsek.

Meski demikian, pihaknya akan terus menyelidiki kasus tersebut dan akan meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui adanya dugaan pencurian BBM yang dilakukan oleh oknum awak mobil tangki milik Pertamina tersebut. ”Kita terus melakukan penyelidikan kasus tersebut dan akan memeriksa sejumlah saksi, termasuk dari pemilik SPBU,” tuturnya.

Sementara Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Banten, H. Epu Saefulloh mengatakan, pihaknya mendesak polisi untuk melakukan penahanan kepada sopir dan kernet mobil tangki, agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya hingga ke pengadilan. Ia sudah lama mencurigai adanya praktik curang yang dilakukan oleh oknum sopir dan kernet mobil tangki yang dikelola oleh jasa angkutan Patra Niaga yang merupakan anak perusahaan Pertamina.

Sebab, banyak laporan yang datang dari pengusaha SPBU kepada Hiswana Migas atas berkurangnya volume BBM yang dikirimkan kepada masing-masing SPBU oleh mobil tangki yang dikelola oleh Pertamina Patra Niaga tersebut. ”Kami dari Hiswana Migas sudah lama mencurigai adanya praktik curang yang dilakukan oleh awak angkutan BBM milik Pertamina. Bahkan, dalam setiap rapat dengan orang Pertamina, hal itu terus kami sampaikan,” ucapnya kepada wartawan. (DH)***


Sekilas Info

Tujuh SMPN Terapkan Lima Hari Sekolah

LEBAK, (KB).- Tujuh SMPN yang tersebar di Kabupaten Lebak pada tahun pelajaran 2018-2019 menerapkan pelaksanaan lima …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *