Hiswana Migas: Persediaan Elpiji Mencukupi

Menanggapi banyaknya kabar harga gas elpiji yang mengalami kenaikan di beberapa tempat khususnya di pedagang eceran di wilayah Kabupaten Serang, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Banten mengklaim persediaan gas elpiji 3 kg dari pascalebaran hingga saat ini masih melimpah dan tetap aman.

Kepala Bidang Elpiji Hiswana Migas Provinsi Banten, Yudi Lukman mengatakan, kondisi persediaan gas elpiji saat ini masih aman. Bahkan sampai minggu ini masih ada tambahan droping ke tiap agen.
“Malahan pemakaian juga sekarang mulai menurun (pascalebaran),” ujar Yudi kepada Kabar Banten, Selasa (11/7/2017).

Yudi mengatakan, persediaan gas elpiji pada minggu lalu dialokasikan masih mendapat droping 2.500-an per agennya. Oleh karena itu, dalam satu minggu diperkirakan 150.000 tabung untuk seluruh wilayah Banten. “Untuk harga sekarang normal karena persediaan juga cukup melimpah,” tuturnya.

Menurutnya, untuk harga pihaknya pun terus memantau dan mendapatkan laporan. Namun ia menuturkan, harga untuk di pangkalan dan di agen masih tetap normal. Harga mahal tersebut kemungkinannya terjadi di tingkat pengecer, terutama pada saat lebaran lalu. “Jadi harga pengecer waktu lebaran itu mengambil kesempatan saat event tertentu, jadi pedagang warungan yang sedikit ngambil keuntungan. Tapi kalau dari kitanya di tingkat agen dan pangkalan kita berjalan sesuai acuan,” tuturnya.
Ia menuturkan, harga acuan yang diberlakukan untuk setiap pangkalan ke agen di Kabupaten Serang tidak lebih dari Rp 14.500, sedangkan untuk harga pangkalan tidak lebih dari Rp 16.000.
“Tapi kalau untuk ke depan kita belum tahu, nanti kita pantau lagi. Ini pascalebaran saja, karena saat ini kita punya tim satgas yang memantau dan berjalan cukup kondusif tahun ini. Tapi nanti ke depan kita monitoring lagi,” tuturnya.

Menurut seorang pembeli elpiji eceran di Kecamatan Kibin, Irma, saat ini permintaan elpiji memang mengalami penurunan. Peningkatan permintaan terjadi pada saar lebaran lalu dan sampai tiga hari kemudian. “Sekarang mulai turun yang belinya, saya juga begitu, kalau pas lebaran mah butuh banyak karena kan masak dan banyak keluarga juga, sekarang mah normal lagi,” katanya. Ia mengatakan, pada saat lebaran lalu dirinya biasa membeli gas elpiji dengan harga Rp 25.000-28.000 sedangkan untuk saat ini hanya dikisaran Rp 23.000 per tabung. “Sekarang mah Rp 23.000 palingan, banyak kok gas mah sekarang,” ucapnya. (Dindin Hasanuddin)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here