Hingga Pekan Kedua Maret 2020, 125 Warga Kota Cilegon Terserang DBD

CILEGON, (KB).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencatat, sebanyak 125 warga Kota Cilegon terserang demam berdarah dengue (DBD) hingga pekan kedua Maret 2020. Di tengah upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Dinkes Kota Cilegon juga waspada terhadap serangan DBD.

Kepala Dinkes Kota Cilegon dr Arriadna mengatakan, angka kasus DBD naik drastis di Januari, yakni sebanyak 59 kasus. Dibandingkan Januari 2019 yang sebanyak 33 kasus, angkanya jauh lebih tinggi.

Pada Februari, angka kasus DBD mulai ditekan dan ada 55 kasus yang muncul. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan Februari 2019 yang sebanyak 80 kasus.

“Sementara pada Maret hingga minggu kedua, ada 11 kasus DBD yang muncul. Ini cukup mengkhawatirkan,” katanya saat dihubungi Kabar Banten, Ahad (22/3/2020).

Menurut dr Arriadna, kondisi itu telah diantisipasi Pemkot Cilegon. Pada Januari lalu, Wali Kota Cilegon Edi Ariadi membuat surat edaran terkait waspada DBD.

“Kami sudah merespons kenaikan angka kasus ini sejak Januari. Pak Wali buat surat edaran ditujukan untuk para lurah dan camat, agar mengimbau masyarakat segera melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk),” ujarnya.

Selain itu, pihaknya pun berencana melakukan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk pada Jumat (27/3/2020). Namun, acara itu tidak akan dilakukan secara seremonial, mengingat adanya wabah Covid-19 yang melarang kegiatan yang melibatkan massa banyak.

“Pekan depan sebenarnya kami ingin melaksanakan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk. Kami mengharapkan para lurah bisa menginstruksikan warga untuk bersih-bersih di hari yang sama. Jadi sambil mengisolasi diri, warga melakukan PSN,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Edi Ariadi berharap agar masyarakat melakukan upaya untuk memberantas sarang nyamuk melalui gerakan Menguras, Menutup, Memantau dan Menimbun (3M Plus).

“Sekarang kan musim hujan, jadi 3M Plus harus dilakukan. Jadi tolong pemerintah dibantu, karena sekarang kan sedang melawan Covid-19 juga,” tuturnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here