Hindari Penyimpangan, Budaya Integritas Pejabat Pemkab Serang Diperkuat

SERANG, (KB).- Pejabat eselon II dan III Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang kembali diberikan pemahaman tentang budaya integritas di aula Tubagus Suwandi, Jumat (03/5/2019). Hal itu dilakukan agar kemungkinan terjadinya penyimpangan dari setiap program di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa semakin berkurang.

Perwakilan Kolaborasi Integrasi Nasional Asep Khaerullah mengatakan, dalam acara bertajuk Forum Grup Discusion (FGD) penyusunan panduan budaya integritas tersebut ditekankan agar para ASN bisa memiliki rencana aksi kongkrit inspiratif dan terintegrasi atau Rakit.

“Mudah-mudahan kalau dijalankan relatif aman karena sudah dipersiapkan secara matang bisa mengurangi penyimpangan,” ujarnya kepada Kabar Banten saat ditemui setelah acara.

Asep menjelaskan, setelah dilakukan FGD ini akan ditindak lanjuti oleh pihak terkait karena dalam FGD ini membahas tentang budaya integritas maka harus dipastikan budaya itu terintegrasi dan minim penyimpangan serta betul betul jadi keunggulan Kabupaten Serang.

“Jadi pasti terintegrasi sampai tujuan dan minim penyimpangan dan jadi warisan keunggulan dan kebanggaan Serang. Jadi rencana aksi kongkrit atau rakit,” katanya.

Disinggung soal perubahan budaya, Ia menjelaskan, hal itu bukan proses semudah membalikan telapak tangan. Namun harus menjadi kebiasaan lebih dulu sebelum kemudian menjadi buah pemikiran.

“Mulai implementasi dan menjadi konsen bersama sampai jadi budaya. Itu sudah disusun agenda perubahannya. Jadi posisi sekarang seperti apa untuk jadi apa dan harus melakukan apa saja tahapannya. Kabupaten Serang termasuk yang punya keinginan ke arah sana,” ucapnya.

Sementara, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, melalui giat tersebut dirinya dan ASN bisa memahami budaya integritas seperti soal kejujuran. Hal itu harus tertanam di diri ASN. “Mulai dari saya sampai staff. Saya berupaya agar ini jadi budaya bukan paksaan yang kami laksanakan tapi secara sadar dan sukarela,” uajrnya.

Tatu mengatakan, kegiatan ini memang sudah berulang kali dilakukan. Dirinya berharap ada dampak positif yang dihasilkan. Pentingnya berulang karena yang namanya budaya integritas bukan hal instan yang langsung duduk FGD dan diberi bimbingan langsung berubah.

“Tidak seperti itu, kami berharap kami berkelompok saling mengingatkan kembali, mengecek lagi integritas. Kami berharap hal hal positif ini bisa tumbuh,” ucapnya.

Sebab kata dia, sebagai manusia seiring berjalannya waktu selalu saja ada godaan dalam implementasinya walau sudah berulang. Namun jika saling mengingatkan, maka diharapkan bisa dalam kondisi tetap baik.

“Makanya ini terus diulang, selain mengevaluasi kita juga punya program dalam bentuk pembangunan unggulan di Kabupaten Serang,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here