Jumat, 21 September 2018

Hindari Penertiban, Timbun Pasir Malam Hari

KEBERADAAN tempat penumpukan pasir untuk diambil, diolah, dipasarkan kembali atau dikenal dengan istilah stockfile sering dikeluhkan masyarakat. Terutama lokasi stockfile yang berada di bahu jalan. Selain mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan, keberadaan stockfile pasir basah di bahu jalan dapat mempercepat kerusakan jalan di sekitar lokasi penyimpanan sementara pasir basah itu.

Banyaknya keluhan warga tentang keberadaan stockfile di sepanjang Jalan Cimarga itu telah disikapi oleh berbagai pihak terkait. Mulai dari Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta aksi penertiban secara berkala oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Namun, upaya yang telah dilakukan itu tampaknya tidak membuat jera para pelaku penyimpan pasir basah yang hingga kini masih terus berlangsung. Untuk menghindari penertiban aparat berwenang, kini para sopir truk menyimpan stockfile pasir di bahu jalan pada malam hari.

Berdasarkan pantauan Kabar Banten, di jalan raya Rangkasbitung-Cimarga, penyimpanan stockfile oleh para sopir truk pasir tersebut biasanya dilakukan mulai pukul 22.00 hingga pukul 24.00.
Untuk menghindari pantauan atau bahkan penertiban oleh pihak berwenang, sejak pagi hari, seluruh simpan pasir itu diangkut kembali. Sehingga, pada siang hari lokasi tempat penyimpanan pasir itu sudah bersih kembali.

Atoilah, warga Jalan Rangkasbitung-Cimarga, di Kampung Aweh Portal, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar mengungkapkan, setelah dilakukan penertiban stockfile pasir di Jalan Rangkasbitung-Cimarga tepatnya di Desa Aweh, kini para sopir truk pasir beralih menyimpan stockfile pasir di bahu jalan pada malam hari.

”Sudah beberapa hari belakangan ini, para sopir truk menyimpan stockfile pada malam hari, bahkan di depan rumah sayapun becek dan licin. Kami berharap petugas terkait melakukan penertibannya tidak hanya di siang hari agar pelanggaran yang dilakukan para sopir truk pasir bisa dihentikan,” kata Atoilah, Selasa (6/3/2018).

Ditambahkan, keluhan warga akibat mulai maraknya kembali keberadaan stockfile sejak beberapa malam lalu di desanya, tidak pernah membuahkan hasil karena para sopir truk tersebut terkesan tidak mau ambil pusing jika warga merasa terganggu kenyamanannya. ”Kami harap pihak berwenang segera melakukan tindakannya, karena warga sangat terganggu terhadap keberadaan stockfile yang disimpan di malam hari,” ujarnya.

Andri, warga Desa Aweh lainnya mengatakan, jika tidak ada tindakan yang jelas dari aparat berwenang, maka bukan tidak mungkin warga yang akan turun secara langsung menegur para sopir truk tersebut. ”Yang kami harapkan, pihak berwenang sesegera mungkin melakukan penertiban stockfile di malam hari,” ucap Heru.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lebak, Dartim menegaskan, jika benar para sopir truk memanfaatkan malam hari untuk menyimpan stockfile, tentu pihaknya akan secepat mungkin memerintahkan anggotanya berpatroli pada malam hari. ”Mulai malam ini (kemarin), saya akan menugaskan sejumlah anggota Satpol PP agar melakukan patroli di Jalan Rangkasbitung-Cimarga. Jika benar ada stockfile yang kedapatan disimpan di bahu jalan, pasti akan kami tertibkan,” tutur Kadis Satpol PP Dartim. (Lugay/Job)***


Sekilas Info

Upah Belum Dibayarkan, Pekerja Proyek Penanganan Sungai Cibinuangeun Mundur

LEBAK, (KB).- Pelaksanaan pekerjaan proyek penanganan Sungai Cibinuangeun yang didanai APBD Provinsi Banten tahun anggaran (TA) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *