Selasa, 16 Oktober 2018

Hindari Keresahan Info Gempa

KEMAJUAN teknologi yang disertai dengan kemudahan mengakses dan menyebarluaskan beragam informasi memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. Karena melalui informasi itu masyarakat bisa mengetahui dengan cepat berbagai peristiwa yang terjadi. Namun penyebarluasan informasi terlebih disertai dengan berita yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau bertujuan untuk membingungkan dan menyesatkan (Hoax) berdampak sangat negatif bagi masyarakat.

Pada peristiwa gempa bumi berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang wilayah Kabupaten Lebak, Selasa (23/1/2018) sekitar pukul 13.44 berbagai informasi berseliweran di dunia maya yang membingungkan dan mebuat panik masyarakat.
Gempa dengan pusat berada di 7.21 LS – 105.91 BT kedalaman 10 Km (81 Km Laut Barat Daya Lebak-Banten, 100 Km Barat Daya Pandeglang-Banten, 108 Km Barat Daya Kab-Bogor-Jabar, 125 Km Barat Daya Serang-Banten dan 153 Km Barat Daya Jakarta-Indonesia) tersebut mengakibatkan kerusakan pada ratusan rumah dan sejumlah prasarana lainnya, serta infrastruktur jalan dan jembatan yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Tak lama setelah peristiwa gempa besar itu, masyarakat kembali dihebohkan dengan informasi dan peristiwa gempa susulan yang terjadi hingga beberapa kali dengan skala yang lebih rendah. Hanya berselang dua bulan kemudian, masyarakat Lebak Selatan kembali dihebohkan dengan informasi di media sosial tentang akan terjadinya gempa, meskipun kemudian berita itu ternyata hoax.

Kekhawatiran warga kembali terjadi saat terjadinya gempa berkekuatan 5.0 skala richter (SR) pada Senin (9/4/2018) pada pukul 18:46 dengan pusat gempa terjadi pada lokasi 7.08 Lintang Selatan, 105.50 Bujur Timur atau 101 km barat daya Lebak, dengan kedalaman 10 kilometer.

Rangkaian peristiwa gempa serta informasi yang menyertai perstiwa itu menjadi momok menakutkan khususnya bagi masyarakat Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak. Hal itu beralasan karena gempa yang terjadi beberapa kali sepanjang tahun 2018 ini terjadi setelah dihebohkan dengan berita adanya potensi gempa besar dan tsunami di Pandeglang, yang bisa mencapai 57 meter.

”Terjadi lagi Gempa 5.0 SR 9 April 2018 ditengah masyarakat dihebohkan kajian potensi tsunami dari BPPT. Karena itu, gempa yang terjadi kemarin menjadi momok pembicaraan kegetiran kekhawatiran masyarakat Bayah,” ujar Camat Bayah, Suyanto. Karena itu, lanjut Suyanto, pihaknya terus melakukan upaya agar masyarakat tetap tenang dan waspada. ”Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tenang, tetap waspada dan berdoa memohon keselamatan dan perlindungan dari Allah SWT,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Suyanto, para kades, perangkat desa, lembaga desa, linmas, tim PBA kecamatan dan desa serta tim relawan diimbau agar selalu siaga. ”Berkoordinasi dan sigap mengatasi masalah yang terjadi gempa sesuai dengan pembagian tugas yang telah dibagi untuk menjadi tanggung jawab bersama guna keselamatan warga,” tuturnya. (Dini Hidayat)*


Sekilas Info

Kios di Pasar Bayah Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp 120 Juta

LEBAK, (KB).- Peristiwa terbakarnya kios kaki lima di area pasar Bayah atau Terminal Bayah Betulan Kampung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *