Selasa, 22 Januari 2019

Hidrolik Bermasalah, Bak Truk Nyangkut di JPO Tol Karawaci

TANGERANG, (KB).- Truk bermuatan kosong menabrak jembatan penyebrangan orang (JPO) di atas jalan tol KM 23 Karawaci Tangerang arah Merak dan mengakibatkan JPO terangkat karena bak truk nyangkut di JPO tersebut.

Kanit Laka Satlantas Polres Metro Tangerang Isa Ansori mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Diduga adanya masalah dalam sistem hidrolik dump truk, akibatnya bak terangkat dan tersangkut di JPO.

“Sistem hidrolik dum truk nya bermasalah, sehingga baknya terlepas dari mobil,” ujar Isa kepada Kabar Banten.

Isa menuturkan, petugas hingga kini tengah berupaya melakukan evakuasi bak truk yang masih tersangkut, hingga membuat jembatan yang menghubungkan wilayah Bencongan dengan Binong, Kabupaten Tangerang itu hampir ambruk

“Sedang evakuasi. Estimasi hari ini kelar karena tadi PJR sudah menghubungi alat berat untuk menarik dump truk, itu kan istilahnya cuma ditarik saja evakuasinya,” jelas Isa.

Menurutnya, para pengendara masih diperbolehkan melintas pada dua arah tol tersebut. Oleh karena itu, Isa mengimbau kepada pengguna jalan yang melintas untuk tetap berhati-hati.

“Pada saat mendekat agar paling tidak berhati-hati dengan mengurangi kecepatan mengingat bak dump truk masih di tengah-tengah jalan tol supaya tidak terjadi tabrakan agar berhati-hati apabila dari 10 meter antrian hati-hati,” imbuhnya.

Hal senada juga dibenarkan Ipda Giarto, Kanit 3 PJR Bitung. Akibat insiden tersebut kemacetan terjadi dari sekitar KM 20, lalu sampai KM 23+300 atau sekitar lokasi kejadian. “Namun petugas kami di lapangan sudah mengeluarkan rambu-rambu, agar pengendara melambankan jalannya. Agar tidak terjadi kecelakaan lainnya,” tutur Giarto.

Terpisah GM Jasa Marga Cabang JTC Reza Febriano dalam siaran rilisnya menuturkan bahwa Jasamarga memiliki beberapa skenario untuk mengevakuasi badan truk tanpa membuat jembatan roboh. Sebab, tiang penompang yang berada di bawah bagian tengah JPO, sudah terangkat. Begitu juga dengan tiang yang berada di pinggir sebelah kiri, sudah bergeser.

Akibatnya, posisi bak yang tersangkut menyebabkan ditutupnya lajur 2 dan pengguna jalan diarahkan menggunakan lajur-lajur lainnya (bahu jalan, lajur 1, 3, dan 4) yang dapat dilintasi.

Sehingga dikhawatirkan, bila badan truk dievakuasi, maka jembatan roboh. Makanya perlu adanya penompang. Skenario tersebutlah yang nantinya akan dilakukan Jasamarga untuk mengevakuasi badan truk tersebut.

“Saat ini petugas di lapangan juga sedang melakukan berbagai upaya, yakni segera melakukan perkuatan pada tumpuan di kolom tengah struktur JPO dengan memasang shoring dari H Beam,” bebernya.

Kemudian, sambil menempatkan crane untuk memegang struktur baja JPO pada saat evakuasi bak truk yang tersangkut. Sesudah dipastikan JPO tertopang dengan kokoh dan dilakukan pembersihan lajur, maka seluruh lajur dapat digunakan secara normal.

Dia pun menjamin, proses penguatan JPO dan pembersihan lajur akan dilakukan maksimal 24 jam. Sementara itu, untuk perbaikan permanen JPO tersebut akan dilakukan sesegera mungkin menggunakan metode penggantian struktur baja yg mengalami kerusakan.

“Selain itu, kami juga menyiapkan petugas-petugas di lapangan untuk membantu mengarahkan para pengguna jalan tol karena akibat kejadian ini terjadi kepadatan di sekitar lokasi,” tambahnya.

Sementara berdasarkan pantauan Kabar Banten di lapangan, jembatan tersebut sudah bergelombak dan penyok. Jalanan yang terbuat dari baja dan aspal terangkat ke atas dan retak, sehingga sama sekali tidak bisa dilewati.

“Kalau motor sama sekali enggak bisa lewat, kalau pejalan kaki sebenarnya dilarang lewat oleh petugas, tapi kalau ada yang nekad, ya mau enggak mau lewat,” kata Hendra, salah satu warga sekitar yang setiap hari melintas di jembatan tersebut.

Seperti yang dilakukan Arif, siswa kelas 5 SD di SDN Bencongan terpaksa melewati jembatan tersebut. Sebab, kalau tidak dia harus memutar arah yang jaraknya bisa lima kali lipat jauhnya. “Jauh banget, harus naik angkot dan kalau jalan kaki lagi jauhnya kebangetan. Makanya nekad aja lah, lari-larian,” ujarnya. (DA)*


Sekilas Info

Balita Korban Penganiayaan Ibu Kandung Dimakamkan

TANGERANG, (KB).- Prosesi pemakaman Quina Latisa Ramadani atau Quin, bayi berusia 1,5 tahun yang tewas dianiaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *