Hendak Ke Mini Market, Guru SDIT Bina Bangsa Dijambret

SERANG, (KB).- Aan Nurhasanah (27) Seorang guru pada Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bina Bangsa mengaku menjadi korban penjambretan di Jalan KH Abdul Latif, Sumur Pecung, Kota Serang pada Jum’at (29/6/2018).

Dikatakan Aan, kejadian tersebut terjadi Jumat, (29/6/2018) lalu, sekitar pukul 22.00 WIB malam saat dirinya bersama satu orang temannya bernama Fitri hendak membeli air mineral ke sebuah mini market dengan mengendarai sepeda motor.

Aan menuturkan, dimotor tersebut ia dibonceng Fitri. Saat mengeluarkan handphone untuk menjawab pesan whatsapp yang masuk, secara tiba-tiba handphone ditangannya direbut oleh salah seorang laki-laki pengendara motor dari arah belakang yang langsung kabur. Mengetahui handphone nya sudah raib, ia sempat berteriak dan mencoba mengejar pelaku. Namun, karena sama-sama perempuan keduanya menyerah.

“Dia bawa motor, langsung kabur ke arah Pasar Rau. Saya gak sempat lihat mukanya karena gelap dan tidak mengira mau dijambret,” katanya kepada Kabar Banten, Minggu (1/7/2018).

Aan mengaku karena kejadian yang meninpanya tersebut ia sempat mengalami trauma dan ketakutan. Bahkan pada siang hari sekalipun. Meski tidak melaporkan kejadian itu, tetapi ia berharap kepolisian bisa memastikan keamanan warganya dengan menangkap pelaku. “Saya sampai sekarang masih takut, apalagi perempuan kan. Saya berharap Kota Serang aman,” ucapnya.

Ia mengatakan, pengendara yang menjambretnya merupakan seorang laki-laki dengan membawa sepeda motor matic. Namun, karena kejadiannya tidak terduga ia tidak sempat memperhatikan nomor polisi dan wajah pelaku karena kejadiannya berlangsung begitu cepat.

Akibat aksi penjambretan tersebut, Aan harus merelakan handphone OPPO A71 yang baru beberapa bulan dibelinya berpindah tangan.

Sementara itu, teman korban Fitri mengatakan meskipun suasana lokasi saat kejadian relatif gelap tetapi tidak begitu sepi karena masih banyak pengendara dan warung-warung yang buka. “Itu juga ada yang bantu ngejar, tapi penjambretnya nyelip-nyelip di motor lain jadi gak tahu belok kemana,” katanya.

Atas kejadian itu, Fitri mengaku khawatir jika harus bepergian sendirian. Ia berharap pihak keamanan bisa menjamin keamanan warga Kota Serang. “Jadi takut, lagi dimotor aja kena jambret. Ditengah Kota lagi,” ujarnya. (Masykur)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here