Helldy Agustian Tokoh Perubahan

Suasana "Obrolan Mang Fajar", yang digelar Harian Umum Kabar Banten, di kantor redaksi Kabar Banten, Jalan Ahmad Yani Nomor 72, Kota Serang, Senin (14/10/2019).*

Helldy Agustian dinilai sebagai tokoh perubahan yang mengusung pembaharuan, dengan berbagai gebrakan sosialnya di Kota Cilegon. Meski tidak berada di lingkaran pemerintahan, namun pengusaha otomotif tersebut dianggap sudah melakukan perubahan dengan membantu dan turun langsung ke masyarakat melalui gebrakannya di bidang sosial.

Hal itu dikatakan para relawan Helldy Agustian dari delapan kecamatan yang menghadiri “Obrolan Mang Fajar”, yang digelar Harian Umum Kabar Banten, di kantor redaksi Kabar Banten, Jalan Ahmad Yani Nomor 72, Kota Serang, Senin (14/10/2019). Acara tersebut dipandu Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat, Rachmat Ginandjar.

Diskusi dengan tema “Kandidat dan Konstalasi Jelang Pilkada 2020”, menghadirkan Helldy Agustian, Relawan Helldy Agustian Bersatu (Rehab), Sahabat Helldy Agustian Merakyat (Saham), perwakilan dari Pemuda Pancasila Kota Cilegon, serta Sekretaris DPW Berkarya Banten Alfauzi Salam dan Sekretaris DPD Berkarya Cilegon Muchklis Sulistyo.

Ketua Rehab Hamanto mengatakan, Helldy Agustian disebut tokoh perubahan karena sudah berbuat, bukan baru mau atau akan berbuat. Salah satu bukti perubahan yang dilakukan Ketua DPW Berkarya Banten itu adalah Yayasan Suara Hati Kita yang bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan, yaitu menghadirkan ambulans gratis untuk membantu orang yang sakit atau terkena musibah meninggal dunia.

Menurut dia, ambulans gratis Yayasan Suara Hati Kita yang digagas Helldy adalah gebrakan sosial yang pertama, hingga akhirnya program itu diikuti stakeholder lainnya. Bukan hanya itu, Helldy juga telah membuktikan dirinya sebagai tokoh perubahan yang mampu memberdayakan masyarakat lokal melalui Batik Krakatoa Cilegon yang motifnya bernuansa lokal yakni CIlegon dan Banten.”Pak Helldy adalah sosok yang peduli dan sudah jelas terbukti sebagai tokoh yang bisa menghadirkan perubahan,” ujarnya.

Hal hampir senada dikatakan Perwakilan Saham Imam Rahmat Fajari bahwa Helldy juga membuat terobosan pertama yang membangun rumah subsidi di Kota Cilegon melalui program pemerintah saat ini. “Sebelumnya, perumahan subsidi hanya ada di Kabupaten Serang dan Kota Serang. Setelah diawali Pak Helldy, sekarang muncul beberapa perumahan bersubsidi di Cilegon,” ujarnya.

Bukan hanya itu, kalangan muda di Kota Cilegon juga mengapresiasi Helldy yang juga memikirkan ruang kreatif generasi muda Cilegon. Perhatian itu, dituangkan dengan membangun gedung Cilegon Creative Center sebagai tempat kumpul dan berdiskusi anak-anak kreatif di Cilegon secara gratis.

Sementara itu, Sekretaris DPD Berkarya Kota Cilegon Muchklis Sulistyo, Kota Cilegon butuh pemimpin berintegritas yang bekerja secara transparan dan akuntabel. Dari hasil aspirasi masyarakat itu, Berkarya memilih dan mendukung total Helldy Agustian sebagai Wali Kota Cilegon. “Jadi ada tolok ukur yang jelas. Bukan karena Pak Helldy waktu itu Ketua Berkarya, tapi asipirasi yang kami tangkap dari masyarakat memang Pak Helldy yang muncul kuat,” ujarnya.

Memberdayakan masyarakat lokal

Menanggapi itu, ketika ditanya motivasinya melakukan gebrakan perubahan di Kota Cilegon, Helldy mengatakan, pendirian Yayasan Suara Hati dengan ambulans gratis dilatar belakangi suara hatinya untuk membantu masyarakat. Itu sebabnya, ia memberi nama yayasan tersebut dengan suara hati kita.

“Untuk pemberdayaan masyarakat lokal, itu karena kepenasaran saja. Baja dan biji plastik ada di Cilegon, kenapa harus keluar dulu baru jadi cangkul dan sedotan atau kantong kresek. Dari kepenasaran itu, dan untuk menjawab bahwa orang Cilegon mampu berbuat sesuatu, maka lahir lah Batik Krakatoa Cilegon yang motifnya bernuansa kearifakan lokal Cilegon dan Banten,” ucapnya.

Helldy bersyukur, saat ini batik tersebut menjadi muatan lokal dan banyak dikunjungi anak-anak Pendidikan Usia Dini (Paud) hingga universitas, untuk mengenal dan belajar membatik dari Cilegon dan Serang.

Pada 2017, kata dia, dirinya membangun rumah subsidi pertama kali di Cilegon sebagai bagian program pemerintah yang digenjot saat ini. Pembangunan rumah bersubsidi itu karena perumahan subsidi waktu itu hanya ada di Kabupaten dan Kota Serang saja. “Alhamdulilah, saat ini sudah banyak perumahan bersubsidi,” ujarnya.

Sedangkan pembangunan gedung Cilegon Creative Center, kata dia, dilandasi atas kepeduliannya terhadap pembangunan generasi muda. Menurut dia, pemberdayaan pemuda adalah hal yang penting untuk memamajukan sebuah daerah dan bangsa.

“Diperlukan upaya lebih untuk mengembleng pemuda agar mempunyai jiwa yang kuat. Untuk membangun jiwa yang kuat, salah satu caranya adalah mempunyai kreativitass yang tinggi. Oleh karena itu, mencetak generasi muda yang kreatif semenjak sekarang adalah penting,” ucapnya.

Cilegon dalam angka

Ditanya soal keputusannya ke panggung politik dan kembali maju dalam kontestasi Pilkada Kota Cilegon, Helldy mengatakan karena perjalanan dan panggilan sebagai putra daerah yang lahir dan tumbuh di Kota Cilegon. Helldy dipercaya sebagai pimpinan cabang salah satu perusahaan otomotif di Cilegon, harus kembali ke tanah ke lahirannya itu pada 2005.

Hanya butuh satu tahun, perusahaan yang dipimpinnya dari peringkat terakhir mampu dibawanya berada di peringkat kedua. Namun kesuksesannya sebagai marketing dan pengusaha otomotif itu, tidak membuatnya menutup mata dan telinga terhadap lingkungan sekitar.

Pada 2009, kata Helldy, dia menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cilegon. Dari kehadirannya itu, dia mendapatkan buku Cilegon dalam Angka yang didalamnya menujukkan berbagai data Kota Cilegon di berbagai sektor.

“Di situ lah asal muasalnya. Saya baca, terutama sektor pendidikan. Pada saat itu, di Kota Cilegon ada 150 SD Negeri, SMP Negerinya cuma ada 11. Sampai sekarang masih sama. Lalu sekitar 66,71 peresen lulus SD dan putus sekolah. Sudah menghitung, 150 SDN kali 2 kelas, kali 30 murid, maka akan lulus 9.000 orang. Kalau SMP Negerinya itu cm 11, maka kali 10 kelas, kayaknya gak mungkin 10 kelas terlalu banyak. Tapi kalu dikalikan 30 murid, hanya bisa menampung 3.300 murid. 5.700-nya kemana?,” ujarnya.

Namun, dia mengajak semua relawan dan masyarakat untuk memperjuangkan Kota Cilegon lebih baik lagi. Pemerintah sudah melakukan banyak hal, sehingga yang bagus harus ditingkatkan. Namun yang buruk, harus kita perbaiki. (Tim Kabar Banten)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here