Rabu, 21 November 2018
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang saat menyerahkan berita acara hasil penelitian administrasi partai politik di aula KPU Kabupaten Serang, Jumat (17/11/2017).*

Hasil Verifikasi Administrasi, 7 Parpol Belum Penuhi Syarat

SERANG,(KB).- Sebanyak 7 dari 18 partai politik yang telah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang masih belum memenuhi syarat. Oleh karena itu, ketujuh partai politik itu harus memperbaiki dokumen pendaftarannya selama rentang waktu 15 hari kedepan.

Berdasarkan data yang dihimpun Kabar Banten, 7 partai yang belum memenuhi persyaratan tersebut di antaranya Partai Idaman dengan jumlah KTA/KTP yang memenuhi syarat hanya 524, Partai Republik 38, Partai Hanura 985, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 955, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 735, Partai Demokrat 862 dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 677.

Oleh karena itu, semua partai politik yang belum memenuhi persyaratan tersebut harus melakukan perbaikan agar data KTA/KTP yang memenuhi persyaratan mencapai 1.000 atau 1/1.000. Masa perbaikan itu berlangsung sejak tanggal 18 November-01 Desember 2017.

“Memang ada 7 parpol yang kira-kira kurang memenuhi syarat minimal. Karena syarat minimal itu 1.000 atau 1/1.000. Jadi 7 parpol itu yang kira-kira harus melakukan perbaikan, kalau memang mereka mau mendaftar menjadi partai politik dan peserta pemilu 2019,” ujar Ketua KPU Kabupaten Serang Muhamad Nasehudin kepada wartawan, Jumat (17/11/2017).

Saat disinggung terkait tidak disampaikannya alasan belum memenuhi syarat kepada partai politik peserta, Naseh mengatakan sudah sesuai dengan judul kegiatan yang dilakukan. Sebab, kegiatan yang dilaksanakan judulnya adalah penyampaian berita acara.

Adapun detail dari kekurangan yang harus diperbaiki ujar dia, semuanya tercantum jelas dalam berkas yang diterima parpol tersebut. “Adapun detilnya itu bisa dibaca sendiri, masing-masing partai sudah tinggal melihat hasilnya. Karena judulnya kita menyampaikan berita acara hasil penelitian administrasi tahapan begitu. Jadi mau disebut atau tidak disebut tidak masalah sebenarnya,” katanya.

Jika disampaikan secara langsung di depan forum, dirinya khawatir ada parpol yang merasa malu atau tidak enak. Namun, menurutnya, itu bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan. “Enggak masalah saya kira. Mereka juga sudah melihat masing-masing,” ucapnya.

Sementara itu, Bagian Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kabupaten Serang Abdurohman menyayangkan tidak disebutkannya secara detail alasan belum memenuhi syarat partai politik tersebut. Sebab, jika itu disampaikan secara langsung, bisa menjadi evaluasi untuk kinerja. “Ini untuk memudahkan parpol melakukan perbaikan. Kalau rinci parpol juga bisa melakukan evaluasi internal terkait kinerja tim yang melakukan pengumpulan datanya,” ujarnya.

Tunggu Keputusan KPU RI

Sementara itu, hasil verifikasi administrasi keanggotaan 3 partai politik (Parpol) calon peserta pemilihan umum 2019 di Kota Serang masih menunggu keputusan KPU RI. “Kami telah mengembalikan berkas hasil verifikasi faktual kepada 14 partai kecuali 3 partai yaiti Partai PBB, PKPI dan Partai Republik,” kata Ketua KPU Kota Serang, Heri Wahidin.

Dia mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil dari tiga partai tersebut hasil gugatan tersebut ke Bawaslu RI dan baru kemudian akan diserahkan hasilnya. “Kami masih menunggu keputusan Bawaslu RI apakah ketiga parpol ini akan lanjut ke tahap selanjutnya, karena dari sana juga masih di pending,” ujarnya.

Heri mengatakan, setelah melaksanakan verifikasi administrasi KPU Kota Serang menemukan banyak kegandaan anggota partai dalam KTA dan sipol. Setelah selesai melakukan verifikasi administrasi hampir semua partai memiliki data yang ganda.  “Seperti masih ada diempat partai, selain itu juga banyak ditemukan anggota yang berstatus PNS, sudah meninggal dan belum cukup umur,” tuturnya.

Tidak hanya itu, banyak warga yang merasa tidak menyerahkan data ke parpol beesangkutan atau merasa tidak menjadi anggota di parpol tersebut. Seluruh partai mengalami perbedaan anggota dengan fakta dilapangan namun masih di atas standar minimal. “Saya tidak bisa menyebutkan datanya karena seluruhnya ada perbedaan data faktual, mayoritas itu lebih banyak masalah data ganda,” ujar Heri. (DN/TM)***


Sekilas Info

DPAD Kabupaten Serang Canangkan Desa Percontohan Gemar Membaca

SERANG, (KB).- Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Serang menunjuk Desa Tanjung Sari, Kecamatan Pabuaran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *