Selasa, 25 September 2018

Hasil Rehab SDN Citasuk 2 Tidak Sesuai Harapan, Disdikbud Kabupaten Serang Kecewa

SERANG, (KB).- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Serang kecewa dengan hasil rehab SDN Citasuk 2 yang berada di Kampung Wangun, Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang. Hal tersebut dikarenakan hasil pengerjaannya yang tidak sesuai harapan.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SD pada Disdikbud Kabupaten Serang, Aber Nurhadi mengatakan, untuk pembangunan SDN Citasuk 2, pihaknya terkejut. Sebab, ketika Dinas Perkim datang ke sana akan membangun, rupanya gedung sekolah tersebut sedang dalam proses pembangunan. Bahkan, ketika ditanyakan, pihak sekolah tidak tahu dari mana dan seperti apa pembangunannya.

Ia menyayangkan hasil pembangunan gedung SDN tersebut tidak sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, Kepala Dinas Perkim setelah meninjau menyarankan untuk membongkarnya. “Kemarin kalau berita dari pak Irawan itu suruh dibongkar lagi. Misalnya ini bata kan itu harusnya pasang slut dulu, sehingga nanti baja itu numpangnya di slup nah ini langsung di bata, makanya itu suruh dibongkar lagi. Karena , ikhawatirkan nanti tidak kuat,” katanya kepada Kabar Banten, saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Serang, Senin (3/9/2018).

Ia setuju dengan saran untuk membongkar kembali bangunan tersebut. Sebab, jika tidak, dikhawatirkan akan bernasib seperti SD Ciruas 3. “Begitu angin besar ambruk, karena si besi bata tidak tertahan dan goyang. Tapi, kalau dipasang slup nanti aman,” ujarnya.

Ia kecewa dengan pembangunan SD tersebut. Seharusnya yang mau membangun mengonfirmasi juga pada dinasnya. “Kami juga betul-betul kecewa. Kami bukan tidak terima kasih ya dibantu, tapi sebaiknya koordinasi lah apalagi kami juga sudah menganggarkan, sedangkan kebutuhan rehab itu bukan hanya Citasuk kan, sekolah lain juga banyak membutuhkan ini. Kalau tidak salah 4 ruang kelas sama yang hasil swakelola itu (di SDN Citasuk 2),” ucapnya.

Disinggung terkait rencananya menanyakan ke pemerintah provinsi yang mengarahkan pemberi CSR, dia mengatakan, menyerahkan semuanya pada Dinas Perkim. Sebab, untuk pembangunan berkaitan dengan Dinas Perkim. “Kami dari Disdikbud belum ke provinsi nelusuri. Karena, kami juga ingin tahu sampai sejauh mana provinsi ini setelah ditegur begini lewat kepsek ada enggak tembusan ke kami, ternyata sampai sekarang belum ada tembusan,” tuturnya.

Adanya pembangunan di SDN Citasuk 2 tersebut menjadi pengalaman. Pihaknya mengimbau kepada semua kepala sekolah jika ada yang mau membangun sekolahnya dari mana juga sebaiknya segera menginformasikan kepada Disdikbud. “Jangan punya anggapan, bahwa yang membantu itu sudah koordinasi dengan kami, karena tidak semuanya begitu. Anggaran ini harus diubah kan tidak gampang mengubahnya harus melalui proses,” katanya.

Sementara, Koordinator Sekolah Aman Pusat Telaah Informasi Regional (Pattiro) Banten, Amin Rohani menuturkan, pada intinya pihaknya mendukung apa yang dilakukan oleh dinas terkait saran untuk membongkar kembali tersebut. Sebab, pihaknya menilai, memang bangunan tersebut jauh berbeda dari DED gedung SD biasanya. “Jadi riskan. Pattiro Banten ingin meminta untuk menata ulang bangunan SDN Citasuk yang sesuai,” ujarnya.

Disinggung tentang pengawasan, dia menilai, seharusnya siapa pun yang memberikan dana CSR kepada SDN Citasuk 2 harus transparan dalam pembangunannya. Sebab, berdasarkan hasil kunjungannya, sampai saat ini pihak sekolah tidak pernah tahu berapa anggaran untuk pembangunan SDN tersebut. “Bahkan, pihak sekolah tidak tahu desain dan RAB. Ke depan baiknya kalau sekolah yang dapat anggaran CSR atau dari pihak ketiga harus meminta transparansi,” ucapnya. (DN)*


Sekilas Info

SMP Terpadu AL Qudwah Resmikan Saung Literasi

LEBAK, (KB).- Untuk memfasilitasi semangat literasi siswa, SMP Terpadu Al Qudwah Lebak meresmikan Saung Literasi, Senin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *