Hasil Imbang Kontra Persita, CU Kecewa Kepemimpinan Wasit

SERANG, (KB).- Cilegon United Kota Cilegon merasa kecewa dengan kepemimpinan wasit, pada laga mereka kontra Persita Tangerang yang diberlangsung di Stadion Mini Cibinong, Bogor, Selasa (22/8/2017). Pada pertandingan tersebut kedua tim harus berbagi poin, karena pertandingan harus berakhir dengan skor 1-1.

Kekecewaan tersebut diungkapkan Pelatih Utama Cilegon United Imam Riyadi, yang mengatakan kemenangan mereka telah dirampok. Alasannya, gol balasan yang diciptakan Persita Tangerang sebenarnya terjadi saat waktu pertandingan, yang seharusnya sudah usai. “Kemenangan yang dirampok, kan itu waktunya sebenarnya sudah habis, terus ada penonton yang masuk (lapangan) juga. Diregulasinya kan jika ada penonton masuk, pertandingan sudah harus diberhentikan. Ini kami malah masih disuruh diteruskan,” ujarnya kepada Kabar Banten.

Ia mengatakan, waktu tambahan pada pertandingan tersebut seharusnya hanya dua menit. Sementara gol untuk Persita Tangerang terjadi pada menit ke-96. Oleh karena itu, ia menilai seharusnya gol tersebut tidak terjadi, karena waktu seharusnya sudah selesai. “Injury time kan cuma 2 menit, tapi golnya di menit ke-96. Berarti kan lebih 4 menit. Istilahnya bahasa kami, bukan lagi curi poin tapi ini kan kemenangan yang sudah didepan mata. Jadi bagi kami ini kemenangan yang dirampok oleh wasit,” katanya.

Menurut mantan pemain Perserang ini, pihaknya pun sudah sempat mengajukan protes kepada wasit terkait hal tersebut, namun pertandingan tetap dinyatakan berakhir dengan skor 1-1. Ia pun meminta agar PSSI lebih mengkaji kejadian tersebut. “Curiga atau tidak curiga dengan wasit, tapi kenyataannya pertandingan kan disiarkan langsung. Jadi seluruh masyarakat pecinta sepak bola sudah bisa menilai sendiri kepemimpinan wasit seperti apa,” ucapnya.

Sementara itu, Pelatih Persita Tangerang Bambang Nurdiansyah mensyukuri anak asuhnya yang berhasil lolos dari kekalahan. Namun, ia kecewa pada penampilan Persita sepanjang pertandingan, terutama pada babak pertama. “Di babak pertama bukan Persita yang main, pemain bermain seperti tanpa pelatih. Demikian juga di babak kedua, pemain tak menerapkan apa yang saya mau. Mereka main dengan pola umpan langsung ke pertahanan lawan, itu bukan tipe saya,” tuturnya.

Dengan hasil imbang ini, membuat perubahan pada posisi klasemen sementara Grup 2 Liga 2 Indonesia. Hasil imbang ini membuat Cilegon United mengakuisisi peringkat teratas yang sebelumnya ditempati Persita Tangerang, meski dengan perolehan yang sama 27 poin. Akan tetapi, head to head atau pertemuan di antara keduanya mampu diungguli oleh Cilegon United, karena pada pertemuan pertama mereka mampu unggul 1-0 dari Persita. (H-43)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here