Hasbi Sidik, Merakyat Religius

CILEGON dikenal sebagai kota industri, namun masyarakatnya memiliki karakteristik yang religius. Makanya jangan heran, kalau di daerah ini banyak warga, termasuk para pejabat dan anggota legislatif daerah ini menyandang predikat ulama atau santri. Seperti halnya Hasbi Sidik, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon.

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini sering terlibat dalam kegiatan keagamaan. Pria kelahiran Pulomerak 2 Februari 1972 yang kini bertempat tinggal di Kampung Penauan, Kelurahan Kubang Sari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon itu juga dikenal sebagai qari. Dalam beberapa kesempatan, Kabar Banten seringkali memergoki pengurus Yayasan Al Khairiyah Kubangsari 1 Ciwandan itu menajdi pembaca Alquran dalam kegiatan masyarakat.

Di mata teman-temannya, Hasbi juga dinilai sebagai pria yang pandai bergaul. Dengan modal kepribadiannya itulah Hasbi Sidik bisa duduk di kursi parlemen. Ia terpilih menjadi anggota DPRD Kota Cilegon pada Pemilu 2014, dan hingga kini mampu bertahan duduk sebagai anggota DPRD Kota Cilegon dua periode (2014-2019 dan 2019-2024).

Meski telah menjadi anggota Dewan, Hasbi tidak pernah akan meninggalkan kepentingan masyarakat. Karena itu, dirinya selalu membaur dengan semua kalangan masyarakat. Walau dampaknya ia selalu kebanjiran undangan dari warga. Tak jarang undangan yang diterimanya untuk menghadiri kegiatan warga bentrok dengan acara lainnya.

Seperti undangan untuk menjadi saksi pernikahan warga, sering kali bentrok dengan kegiatan lainnya. Namun, Hasbi berupaya hadir dan memenuhi undangan. ”Jika diundang insya Allah saya berupaya hadir. Masyarakat juga kan memang butuh kehadiran kita (wakil rakyat). Saya tidak merasa padatnya undangannya warga sebagai risiko pekerjaan, tapi memang tugas dewan melayani masyarakat,” kata Hasbi kepada Kabar Banten.

Tak hanya sampai disitu, dalam berbagai acara pemerintahan yang bersifat keagamaan, dia sering terlibat. Hasbi pun tak jarang menjadi khatib atau muazin Salat Jumat, di masjid lingkungan kantor pemerintah/DPRD.

Sebelum menjadi anggota DPRD Kota Cilegon Hasbi tercatat sebagai qari. Ia sempat meraih beberapa gelar juara dalam perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten/kota. Atas kemampuannya membaca Alquran, kini Hasbi Sidik tercatat sebagai Dewan Hakim MTQ tingkat Kota Cilegon. Banyak pihak menilai pantas jika Hasbi memahami ilmu agama, khususnya Islam, karena ayahnya, Sidik (alm) merupakan seorang tokoh agama di Kota Cilegon.

”Bicara agama, latar belakang keluarga saya memang seperti itu. Didikan almarhum kepada kami sangat kuat. Bahkan, saat kecil, kalau lewat waktu azan dan saya masih leha-leha, rotan selalu dibawa oleh ayah saya dan sampai dikejar-kejar. Intinya mengingatkan agar salat jangan ditinggalkan,” ucapnya mengenang.

Dari sang ayah, Hasbi banyak belajar tentang agama Islam yang memperkenalkan cara pandang jauh lebih luas tentang kehidupan. Untuk itu, dirinya tidak memikirkan terlalu panjang untuk urusan kemaslahatan. Apalagi dalam beberapa hari kemarin didaulat untuk menjadi Pembina Rumah Pintar Yatim dan Duafa.

”Hidup ini indah dan penuh dimensi, terdiri dari beberapa babak. Babak akhir nanti bergantung pada kesuksesan menapaki hidup pada babak sekarang ini. Konsep seperti ini akan menuntut seseorang untuk mengontrol dirinya secara mandiri, dan membimbing untuk tidak segera putus asa menghadapi persoalan,” ucap ayah dari tiga anak tersebut.

Karena itu, apapun yang dilakukannya adalah ikhtiar menjemput takdir. Sebelum takdir itu terjadi, dia hanya bisa berupaya melakukan yang terbaik dengan sabar hingga takkan pernah ada penyesalan di masa depan. (Himawan Sutanto)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here