Hasan Basri, Dari Pesantren Kobong ke Gedung Dewan

Hasan Basri.*

PEMILIHAN Umum (Pemilu) tahun 2019 telah usai. Para calon legislatif (caleg) terpilih pun sudah dilantik dan melaksanakan tugasnya. Tak terkecuali di Kota Serang. Tercatat, dari 45 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang, sebagian besar diisi wajah baru. Mereka berasal dari berbagai kalangan, di antaranya akademisi, pengusaha, dan tokoh masyarakat lainnya.

Salah satu nama anggota legislatif yang duduk di kursi DPRD Kota Serang yaitu Hasan Basri. Dia terpilih menjadi wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Serang. Namanya sudah tidak asing lagi di dunia politik, khususnya di Kota Serang. Saat ini ia menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD-PKS) Kota Serang sejak tahun 2014 lalu.

Pria kelahiran Pandeglang, 21 Juni 1973 ini masa kecilnya hidup di pondok pesantren (Ponpes) tradisional (kobong). Ia mulai menjadi santri sejak duduk di Sekolah Dasar (SD). Saat itu Hasan Basri kecil sudah aktif mengaji di Ponpes Salafiyah Nurul Huda, asuhan KH. Kholil di Kadulisung, Kabupaten Pandeglang.

Di ponpes tersebut, ia terus menggali ilmu keagamaan hingga menyelesaikan pendidikanya di Madrasah Tsanawiyah (MTs). Menjadi seorang santri ternyata mengasah kepekaan dirinya terhadap masalah sosial. Sehingga ketika kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten (sekarang UIN), ia menjadi seorang aktivis di organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) daerah Banten.

Selain itu, Hasan Basri juga pernah menjadi kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan menjadi inisiator pembentukan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) pada masa reformasi (tahun 1997-1998). Kemudian, setelah lulus menjadi seorang sarjana, Hasan Basri bersama sahabatnya mengelola Yayasan Al-Izzah Serang yang merupakan sebuah yayasan yang bergerak di dunia pendidikan. Selain itu, ia juga terjun ke dunia politik.

Dengan pengalamannya di organisasi kemahasiswaan, kariernya di dunia politik pun bergerak cepat. Bahkan, ia langsung duduk di kursi DPRD Kota Serang pada masa pemekaran Kabupaten Serang tahun 2007. Selanjutnya, Hasan Basri dipercaya menjadi Ketua DPD PKS Kota Serang periode 2014-2019.

Pada Pemilu serentak 2019, Hasan Basri mendapat mandat dari partai untuk maju sebagai Calon legislatif (Caleg) DPRD Kota Serang untuk daerah pemilihan (Dapil) Kota Serang I. Dia berhasil meraih 7.235 suara, dan terpilih menjadi wakil rakyat. Sebagai Ketua DPD PKS Kota Serang, ia juga patut bangga, karena sukses mengantarkan PKS merebut satu kursi pimpinan setelah berhasil mendapatkan 5 kursi dari enam Dapil di Kota Serang.

Berkat kesuksesannya itu, ia mendapat mandat dari partai untuk duduk sebagai Wakil Ketua III DPRD Kota Serang yang saat ini sedang dalam usulan untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten. Kini, Hasan Basri sudah duduk di kursi Dewan.

Terkait statusnya sebagai wakil rakyat, Hasan Basri mengatakan, siap menjaga kepercayaan masyarakat dan tugas tugas dari partai mengisi kursi sebagai salah satu pimpinan DPRD. “Sebagai anggota DPRD, tentu tugas legislasi, budgeting dan controling menjadi tugas utama. Selain itu, kami siap bersinergi dengan Pemkot Serang dalam percepatan pembangunan Kota Serang,” ujarnya.

Menurut Hasan Basri, sebagai Ibu Kota Provinsi Banten, Kota Serang harus mendapat atensi lebih untuk bisa menunjukkan kemajuan Provinsi Banten. Hal itu, kata dia, akan menjadi fokus perhatiannya untuk menjadikan Kota Serang sebagai etalase Banten dengan tetap mempertahankan kearifan lokal dan nilai religiusnya. “Tentunya sebagai kader partai saya juga akan tetap mengikuti instruksi partai,” ujar pria lima anak itu. (Masykur)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here