Hari Santri Nasional Akan Diisi Parade Bersarung

PANDEGLANG, (KB).- Hari Santri Nasional (HSN) di Pandeglang akan dimeriahkan oleh parade bersarung. Kegiatan tersebut sebagai motivasi para santri dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan serta terus melestarikan budaya bersarung.

Salah seorang inisiator parade sarung di Desa Majau Kecamatan Saketi, Fahrurozi mengajak warga dan para santri di desanya untuk meramaikan HSN mengenakan sarung dan peci. Karena sarung dan peci melambangkan semangat santri dalam membangun bangsa.

”Kebetulan saya selaku dewan guru di madrasah mengajak sejumlah sekolah untuk ikut meramaikan HSN. Nanti kita akan pawai berpakaian muslim, memakai peci atau songkok dan memakai sarung,” tutur Fahrurozi kepada Kabar Banten, Ahad (20/10/2019).

Ketua MUI Kabupaten Pandeglang H. Tb. Hamdi Ma’ani mengatakan, peringatan HSN akan diawali dengan apel bersama dan jalan santai bersarung. Sebab, sarung dan peci bagian dari identitas Pandeglang sebagai kota sejuta santri dan seribu ulama.

”Apel kebangsaan HSN akan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu di Alun-alun Pandeglang dan Alun-alun Menes. Setelah apel bersama akan dilanjutkan jalan santai bersarung sejauh empat kilometer dengan rute Alun-alun Menes menuju Ciputri, kemudian dilanjutkan ke Cimanying dan kembali ke Alun-alun Menes,” kata Ketua MUI Kabupaten Pandeglang Hamdi Ma’ani.

Ia mengatakan, peringatan HSN tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Sebab, rangkaian kegiatannya akan dimeriahkan parade dakwah dari beberapa kiai di wilayah Pandeglang.

“Dalam parade dakwah itu akan menghadirkan mubalig, yakni KH. Uuf Zaki Ghufron, K.M. A. Aziz Nurdin, KH. Zainudin Sumur, KH. Yusuf Mubarok, K. Bustomi, KH. Amin Habibi, Gus Hubab Nafi dan Ustaz Rere Eky Tajally,” ujarnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here