Hari Pertama, 1.259 Calon Haji Lunasi Biaya Haji 2020

Sebanyak 1.259 jemaah calon haji asal Provinsi Banten melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) pada hari pertama pembukaan Kamis (19/3/2020. Para jemaah calon haji (calhaj) diimbau tidak terganggu dengan isu penundaan pelunasan Bipih.

“Kami imbau jemaah calhaj tidak terganggu dengan isu-isu penundaan pelunasan Bipih. Proses tahapan haji tetap dilaksanakan sesuai ketentuan yang dikeluarkan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah,” kata Kepala Kanwil Kemenag Banten H A Bazari Syam, Kamis (19/3/2020).

Bazari mengatakan pada hari pertama, berdasarkan data yang masuk, sudag ada 1.259 calhaj yang melunasi biaya haji. Menurut dia, jika diprosentasekan dari kuota sebanayk 9.374 orang yang baru melunasi baru mencaoai 13,4 persen.

“Ini kan baru hari pertama, kepada calhaj yang sudah masuk list berangkat haji tahun ini, agar segera melakukan pelunasan.

Diketahui, waktu pelunasan Bipih dibagi dalam dua tahap. Yakni tahap pertama akan dibuka dari 19 Maret sampai 17 April 2020. Sedang untuk tahap kedua dibuka dari 30 April sampai 15 Mei 2020.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Banten H Machdum Bachtiar mengatakan berdasarkan data yang masuk, calhaj yang masih minim melakukan pelunasan haji yakni di Kota Cilegon. Dari kuota sebanyak 729 orang, pada hari pertama baru 1 orang yang melakukan pelunasan.

Untuk daerah yang sudah cukup banyak calhaj melakukan pelunasan yakni Kota Tangerang sebanyak 307 orang, Kota Tangsel sebanyak 261 orang, dan Kabupaten Tangerang sebanyak 233 orang.

Kasi Pendaftaran dan Dokumen Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Banten Seiko, pihaknya akan terus memperbarui data calhaj yang melakukan pelunasan tiap harinya. Ia berharap waktu yang diberikan untuk waktu pelunasan bisa digunakan oleh calhaj untuk melakukan pelunasan biaya haji.

Sebelumnya, Kementerian Agama telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 121 Tahun 2020 tentang Penetapan Kuota Haji Tahun 1441H/2020M. KMA ini mengatur bahwa kuota haji Indonesia berjumlah 221.000.

Jumlah ini terdiri dari 203.320 kuota haji reguler dan 17.680 kuota haji khusus. Kuota haji reguler terbagi menjadi tiga, yaitu: 199.518 untuk jemaah haji reguler tahun berjalan, 2.040 prioritas kuota jemaah haji lanjut usia, dan 1.512 untuk kuota petugas haji daerah.

Sedangkan kuota haji khusus, terdiri atas 15.951 kuota jemaah haji khusus tahun berjalan, 1.375 kuota petugas haji khusus, dan 354 prioritas kuota jemaah haji lanjut usia.

Machdum mengatakan, berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 121 tahun 2020 tentang Penetapan Kuota Haji Indonesia tahun 1441 H/2020 M untuk kuota Provinsi Banten sebanyak 9.461 orang dengan rincian jemaah haji reguler sebanyak 9.279 orang, PHD sebanyak 73 orang, jemaah lansia sebanyak 95 orang dan perwakilan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) sebanyak 14 orang.

Terus berjalan

Terpisah, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali memastikan bahwa persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M terus berjalan.

“Persiapan haji terus berjalan, baik di dalam negari maupun proses pengadaan layanan di Arab Saudi,” terang Nizar di Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Nizar membenarkan bahwa ada surat dari Menteri Haji an Umrah Arab Saudi yang ditujukan ke Menag Fachrul Razi. Namun, surat itu bukan terkait penundaan pelaksanaan ibadah haji, melainkan perihal permohonan untuk menunggu (bersabar) dalam menyelesaikan kewajiban baru hingga jelasnya masalah Covid-19.

“Saudi melalui suratnya hanya minta agar pembayaran uang muka terkait kontrak layanan ibadah haji 1441 H di Arab Saudi ditunda. Sebab, mereka tengah melakukan kebijakan lockdown untuk mencegah wabah virus corona atau Covid-19,” ujar Nizar.

“Jadi proses penyiapan haji terus berjalan,” ucapnya seperti dikutip laman resmi Kemenag.

Nizar mengatakan, pihaknya juga sudah menjalin komunikasi dengan Direktur Kantor Urusan Haji Kementerian Haji dan Umrah Saudi Husni Busthoji. Dari komunikasi itu, dipastikan bahwa proses penyediaan layanan di Saudi tetap dilanjutkan, hanya proses pembayarannya yang ditunda.

Pemerintah telah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang mengenai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1441H/2020M. Keppres Nomor 6 Tahun 2020 ditetapkan Kamis (12/3/2020).

Diketahui, Keppres BPIH diterbitkan setelah Kementerian Agama dan DPR RI menyepakati besaran biaya haji tahun ini pada 30 Januari 2020. Keppres ini mengatur Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), untuk jemaah haji reguler, serta Petugas Haji Daerah (PHD) dan Pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Banten yang masuk Embarkasi Jakarta Bipih sebesar Rp 34.772.602.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here