Jumat, 22 Juni 2018

Harga Murah dan Berkualitas, Furnitur Bekas Kalodran Banyak Dicari

SEPINTAS tidak ada yang akan menyangka sederet barang furnitur yang dipajang di setiap toko pasar Kalodran, Desa Kepuren, Kecamatan Walantaka, Kota Serang adalah barang bekas yang diperbaiki ulang oleh para pedagang untuk dijual kembali. Meski bekas, pembeli tidak perlu khawatir. Sebab, selain murah, barang furnitur yang dijual di tempat tersebut cukup berkualitas. Oleh karena barangnya yang berkualitas itulah, pasar Kalodran selalu ramai dikunjungi para pembeli.

Bakar (40) salah seorang pedagang yang sudah lama berjualan berbagai jenis barang furnitur bekas di Pasar Kalodran, tepatnya sekitar tahun 2015 lalu. Barang yang tersedia di Pasar Kalodran tidak hanya furnitur rumah tangga dan perkantoran saja, tetapi ada juga meubeler bekas alat kesehatan seperti tongkat dan kursi roda. ”Saya sendiri sudah lumayan lama bisnis jualan barang furnitur bekas seperti ini, sekitar tiga tahun lalu,” kata Bakar kepada Kabar Banten, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, barang furnitur jualannya tersebut didapatkan dari sebuah tempat lelang di daerah Jakarta. Walaupun bekas, rata-rata kondisi barang yang dibelinya di tempat lelang masih cukup baik, tidak ada yang mengalami kerusakan cukup parah. Meski pun ada kerusakannya hanya sekitar 30 persen. Sebelum dijual kembali, barang tersebut diperbaiki atau bahkan dicat ulang terlebih dahulu agar kualitas barang tetap terjamin dan tidak mengecewakan pembeli. ”Malah masih ada barang kondisinya mulus. Yah, walaupun kondisi barangnya bagus, kalau sudah bekas ya tetap saja bekas, iya kan,” ucapnya sambil melayani pembeli.

Harga barang bekas yang dijual di tempatnya sangat terjangkau. Untuk harga kursi dan meja kantor misalnya, hanya berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 1.250.000. Selain menjual alat kantor dan peralatan rumah tangga, ia juga menyediakan jasa perbaikan kursi, meja dan barang-barang yang rusak. Harga biaya setiap jasa perbaikan bervariatif. Untuk kerusakan ringan biayanya sekitar Rp 30.000. Sedangkan untuk kerusakan parah bisa sekitar Rp 80.000, bergantung bahan yang digunakan.

“Omzetnya sendiri cukup lumayan, dalam satu hari paling kecil saya dapat uang sekitar Rp 1 juta. Kalau sebulan rata-rata omzetnya Rp 30 juta sampai Rp 35 juta. Kalau pembelinya sih tidak hanya dari Serang, dari Lebak dan Pandeglang juga banyak,” ucapnya. Sementara salah seorang pembeli warga Ciruas, Serang, Cahyadi (31) sengaja datang ke Pasar Kalodran untuk mencari sebuah lemari kerja untuk dipergunakan di rumahnya. ”Sengaja saya ke sini mau cari lemari kerja untuk di rumah. Belanja di sini, selain murah kualitasnya juga bagus,” tuturnya. (Rizqi Putri/Job)***


Sekilas Info

Berburu Uang Receh untuk Lebaran

MEMBERIKAN sedekah uang persenan (angpau) untuk kerabat, teman dan tetangga seakan sudah menjadi tradisi saat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *